BERITAPERS || PAREPARE – Musyawarah Daerah (Musda) VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Parepare resmi digelar di Auditorium BJ Habibie, Sabtu (25/07/2026), sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis serta memperkokoh persatuan di Kota Parepare.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, serta berbagai unsur masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pembangunan keumatan di Kota Parepare.
Musda VII MUI menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat daerah yang tidak hanya membahas evaluasi kepengurusan sebelumnya, tetapi juga menyusun arah kebijakan organisasi, merumuskan program kerja strategis, serta memilih kepengurusan baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan kehidupan umat yang semakin dinamis.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, SE., M.H., bersama Wakil Wali Kota, Hermanto, berhalangan hadir secara langsung karena sedang menjalankan tugas kedinasan di luar daerah yang telah terjadwal sebelumnya. Pemerintah Kota Parepare diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, yang hadir untuk membacakan sambutan resmi Wali Kota sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran kedua pimpinan daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Amarun Agung Hamka menjelaskan bahwa Wali Kota Parepare menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Toraja Utara sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan balasan antarpemerintah daerah, sementara Wakil Wali Kota mengikuti agenda pertemuan wakil kepala daerah se-Indonesia di Batam.
“Bapak Wali Kota saat ini berada di Toraja Utara untuk menghadiri HUT Kabupaten Toraja Utara sebagai bentuk penghormatan balasan. Sementara Bapak Wakil Wali Kota tengah menghadiri pertemuan wakil kepala daerah se-Indonesia di Batam,” ujar Amarun Agung Hamka.
Meski tidak dapat hadir secara langsung, Pemerintah Kota Parepare menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberadaan dan peran strategis MUI sebagai mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa MUI memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Keberadaan MUI dinilai bukan hanya sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai institusi yang berperan dalam memberikan bimbingan moral, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga stabilitas sosial melalui dakwah yang menyejukkan.
“Pemerintah Kota Parepare memandang MUI sebagai mitra utama dalam menjaga arah moral, membimbing umat, merawat persatuan, serta menghadirkan ketenteraman di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Amarun Agung Hamka menekankan bahwa pelaksanaan Musda VII MUI hendaknya dimaknai lebih dari sekadar agenda organisasi berupa pemilihan pengurus baru maupun penyusunan program kerja. Menurutnya, Musda merupakan ruang evaluasi dan refleksi bersama dalam merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi berbagai tantangan kehidupan umat yang semakin kompleks.
Ia menilai perkembangan zaman, kemajuan teknologi informasi, serta perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat menuntut organisasi keagamaan untuk terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Musda harus menjadi ruang tempat pengalaman masa lalu dipertemukan dengan kebutuhan hari ini dan harapan masa depan. Tantangan umat semakin kompleks, sehingga organisasi besar harus mampu mengevaluasi perjalanan dan menentukan arah langkah yang tepat,” tegas Amarun Agung Hamka.
Dalam kesempatan tersebut, Amarun juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran MUI Kota Parepare atas kontribusi yang selama ini diberikan dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, serta menjadi rujukan masyarakat dalam berbagai persoalan keagamaan.
Suasana Musda berlangsung penuh khidmat dengan dihadiri para alim ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dan pimpinan pondok pesantren yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan forum musyawarah tersebut. Kehadiran berbagai elemen masyarakat mencerminkan besarnya harapan agar MUI Kota Parepare semakin berperan aktif dalam membangun kehidupan sosial keagamaan yang damai, toleran, dan berkeadaban.
Melalui Musda VII ini, diharapkan lahir kepengurusan MUI Kota Parepare yang memiliki integritas, kapasitas, dan semangat pengabdian tinggi dalam menjalankan amanah organisasi. Selain itu, program kerja yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab kebutuhan umat, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta menjadi solusi terhadap berbagai persoalan sosial keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Parepare pun berharap hubungan kemitraan yang selama ini telah terjalin dengan MUI semakin erat, sehingga dapat terus bersama-sama mewujudkan Kota Parepare yang religius, harmonis, aman, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. (MLP)






















Discussion about this post