BERITAPERS || PAREPARE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pengelolaan Sampah Universitas Hasanuddin (UNHAS) Angkatan 116 terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis lingkungan melalui berbagai program inovatif. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan program kerja individu bertajuk “Pemanfaatan Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)” yang dilaksanakan oleh Shofiyyah Malik, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, pada 26 Juli 2026 di Rumah Data Kampung KB, Jalan Keterampilan, Geddongnge, Kelurahan Cappa Galung, Kota Parepare.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus pelatihan kepada masyarakat mengenai cara mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang bernilai guna. Melalui program tersebut, warga diperkenalkan dengan metode sederhana dalam memanfaatkan sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah dapur lainnya sehingga tidak lagi berakhir sebagai sampah yang mencemari lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Pemerintah Kelurahan Cappa Galung dan aparat kewilayahan. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Lurah Cappa Galung Asis Sabir, S.Sos, serta Babinsa Kelurahan Cappa Galung Koptu Kaizar, yang menunjukkan dukungan terhadap program edukasi lingkungan yang digagas oleh mahasiswa KKN UNHAS.
Dalam pemaparannya, Shofiyyah Malik menjelaskan bahwa limbah organik rumah tangga memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi tanaman. Selain membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, pemanfaatan limbah dapur juga dapat menjadi solusi sederhana yang bisa diterapkan setiap keluarga untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
Peserta kegiatan tidak hanya memperoleh materi mengenai manfaat pupuk organik cair, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatannya. Mulai dari pemilahan limbah organik, proses pencampuran bahan, penggunaan aktivator, hingga teknik fermentasi yang tepat agar menghasilkan pupuk berkualitas dan siap digunakan.
Sekretaris Lurah Cappa Galung, Asis Sabir, S.Sos, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UNHAS yang menghadirkan program edukatif dan aplikatif bagi masyarakat.
“Program ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara mengelola limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Shofiyyah Malik mengatakan bahwa program kerja individu ini dirancang agar masyarakat dapat melihat bahwa pengelolaan sampah organik tidak memerlukan teknologi yang rumit, tetapi cukup memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di rumah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah dapur. Sampah organik bukan hanya untuk dibuang, tetapi dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu mengurangi timbulan sampah rumah tangga. Harapannya, pengetahuan ini dapat terus diterapkan dan menjadi kebiasaan di lingkungan masyarakat,” ungkap Shofiyyah.
Program kerja individu ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian Mahasiswa KKN Tematik Pengelolaan Sampah Universitas Hasanuddin Angkatan 116 yang mengedepankan solusi berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui edukasi dan praktik langsung, mahasiswa berharap masyarakat dapat menerapkan kebiasaan mengolah sampah organik secara mandiri sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Warga aktif mengikuti setiap sesi pelatihan, berdiskusi mengenai teknik pembuatan pupuk organik cair, serta menyampaikan harapan agar program serupa terus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. (MLP)






















Discussion about this post