Makassar- Tim Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar secara resmi menyerahkan jenazah salah satu korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II kepada pihak keluarga. Korban diketahui bernama Siti Fatimah (57), warga Kota Makassar.
Penyerahan jenazah dilakukan setelah seluruh tahapan identifikasi serta proses administrasi dinyatakan rampung. Momen tersebut berlangsung dalam suasana duka, di tengah penantian panjang keluarga yang sejak awal menunggu kepastian mengenai nasib korban pascakebakaran kapal di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya turut mendampingi seluruh proses mulai dari penjemputan hingga penyerahan jenazah kepada keluarga agar berjalan sesuai prosedur.
“Alhamdulillah, jenazah korban atas nama Siti Fatimah telah kami serahkan kepada pihak keluarga. Seluruh proses berlangsung lancar setelah identifikasi dan administrasi dinyatakan selesai,” ujar Muhammad Arif Anwar, Rabu (5/8/2026) pagi.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa para penumpang KMP Mutiara Sentosa II. Menurutnya, Basarnas turut merasakan duka yang dialami keluarga korban.
“Kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” katanya.
Muhammad Arif Anwar menjelaskan, sejak informasi mengenai korban diterima, Basarnas terus berkoordinasi dengan rumah sakit, kepolisian, serta instansi terkait lainnya.
Sinergi antarlembaga tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan korban berlangsung cepat, tepat, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Selain memberikan pendampingan kepada keluarga korban meninggal dunia, Basarnas juga terus memantau kondisi para korban selamat serta berkoordinasi dengan tim SAR gabungan yang masih terlibat dalam penanganan pascakebakaran kapal.
Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II terjadi saat kapal tengah berlayar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Peristiwa itu memicu operasi penyelamatan berskala besar yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, KPLP, dan sejumlah unsur SAR lainnya untuk mengevakuasi penumpang maupun awak kapal.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang. Pemerintah bersama instansi terkait juga terus melakukan pendataan terhadap seluruh penumpang serta memastikan setiap korban memperoleh penanganan sesuai ketentuan.
Basarnas mengimbau masyarakat agar hanya mengacu pada informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi terkait perkembangan penanganan insiden tersebut.






















Discussion about this post