BERITAPERS || GOWA — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, terus memperkuat kontribusinya kepada masyarakat melalui program Kunjungan Desa di Bolaromang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan kegiatan, Minggu (30/8/2026), mahasiswa Teknik Informatika menggelar pelatihan literasi digital bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif Bolaromang.
Pelatihan tersebut mengangkat materi penggunaan Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint, dengan tujuan meningkatkan keterampilan digital tenaga pendidik dalam menunjang administrasi sekolah sekaligus proses pembelajaran.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan manfaat nyata dari perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat di dunia pendidikan.
Perkembangan teknologi menuntut tenaga pendidik untuk terus beradaptasi. Tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengajar, guru juga perlu menguasai berbagai perangkat digital yang dapat membantu pekerjaan administratif maupun penyampaian materi pembelajaran.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan HMJ Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar memilih memberikan pelatihan Microsoft Office kepada para guru di Bolaromang.
Ketua Panitia Kunjungan Desa HMJ Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar, Muhammad Habib Walikram, mengatakan kegiatan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
“Kami melihat potensi besar pada para guru di Bolaromang. Melalui pelatihan ini, kami ingin mendampingi Bapak dan Ibu guru mengoptimalkan perangkat teknologi yang mereka miliki agar pekerjaan administratif menjadi lebih efektif dan proses belajar mengajar di kelas semakin menarik bagi para siswa,” ujarnya.
Menurut Habib, penguasaan teknologi di kalangan guru sangat penting karena berbagai pekerjaan pendidikan saat ini semakin berkaitan dengan penggunaan perangkat digital.
Karena itu, pelatihan tidak hanya diarahkan pada pengenalan aplikasi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan kebutuhan sehari-hari para guru.
Dalam sesi Microsoft Word, peserta mendapatkan pendampingan mengenai pengolahan dokumen, penyusunan administrasi pembelajaran, pembuatan tabel, penomoran halaman, hingga penyusunan dokumen resmi secara lebih rapi dan efisien.
Pada sesi Microsoft Excel, mahasiswa memperkenalkan sejumlah fungsi yang dapat digunakan untuk membantu guru mengolah data. Salah satunya berkaitan dengan rekapitulasi nilai siswa dan penyajian data secara lebih sistematis.
Sementara pada materi Microsoft PowerPoint, peserta diarahkan untuk mengembangkan bahan presentasi pembelajaran yang lebih komunikatif dan menarik.
Pemanfaatan gambar, video, animasi, serta transisi menjadi bagian dari materi yang diberikan agar guru dapat menghadirkan media pembelajaran yang lebih variatif di dalam kelas.
Metode pelatihan dilakukan secara langsung melalui praktik. Para guru membawa perangkat masing-masing dan mengikuti tahapan yang diberikan oleh mahasiswa.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga aktif mencoba setiap fitur yang diperkenalkan.
Sejumlah guru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kendala teknis yang selama ini mereka alami ketika menggunakan aplikasi perkantoran.
Mahasiswa kemudian memberikan pendampingan secara langsung sehingga peserta dapat memahami materi sekaligus mempraktikkannya pada perangkat masing-masing.
Model pelatihan seperti ini membuat kegiatan menjadi ruang belajar dua arah. Mahasiswa berbagi pengetahuan dan keterampilan teknologi, sementara para guru memberikan gambaran mengenai kebutuhan nyata yang mereka hadapi di lingkungan madrasah.
Kehadiran mahasiswa Teknik Informatika pun mendapat respons positif dari lingkungan pendidikan Ma’arif Bolaromang. Program tersebut dinilai memberikan tambahan wawasan sekaligus motivasi bagi guru untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi.
Kegiatan pelatihan guru ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian Kunjungan Desa HMJ Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar di Bolaromang.
Program mahasiswa tidak berhenti pada peningkatan kemampuan guru. Sejumlah agenda lain juga disiapkan, termasuk bimbingan belajar bagi siswa, sosialisasi internet sehat, serta penguatan literasi digital bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat diarahkan pada kebutuhan konkret masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan teknologi.
Bolaromang yang berada di Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, HMJ Teknik Informatika UIN Alauddin Makassar berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya meninggalkan kenangan selama berada di desa, tetapi juga memberikan pengetahuan yang dapat terus digunakan setelah program berakhir.
Pelatihan literasi digital bagi guru MI dan MTs Ma’arif Bolaromang akhirnya menjadi bagian penting dari upaya membangun pendidikan yang lebih adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital.
Sebab, di tengah perubahan teknologi yang terus bergerak, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya membutuhkan fasilitas, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu memanfaatkannya secara tepat dan produktif. (MLP)










