BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — Suasana religius mewarnai halaman SMA Negeri 10 Pinrang, Jumat (2/10/2026) pagi. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di tengah suasana pagi ketika seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan literasi Al-Qur’an sebelum memulai proses pembelajaran.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.15 WITA tersebut dipimpin oleh perwakilan siswa kelas XII 3. Dengan penuh tanggung jawab, para siswa mengambil posisi di depan dan memandu pembacaan surah-surah pendek, tadarus Al-Qur’an, hingga doa bersama.
Selama kurang lebih 30 menit, seluruh warga sekolah mengikuti rangkaian kegiatan dengan suasana tertib dan khidmat. Momentum tersebut menjadi bagian dari pembiasaan positif di lingkungan SMAN 10 Pinrang, sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengawali aktivitas akademik dengan suasana yang lebih tenang dan religius.
Bagi siswa kelas XII 3 yang mendapat kepercayaan memimpin kegiatan, pengalaman tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rutinitas sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melatih keberanian dan rasa tanggung jawab.
Salah seorang siswa, Aryanggi, mengaku sempat merasa gugup ketika harus tampil di hadapan seluruh warga sekolah.
“Awalnya ada sedikit rasa gugup karena harus memimpin teman-teman. Tapi setelah dimulai, kami merasa senang karena bisa ikut mengambil bagian dalam kegiatan literasi Al-Qur’an ini,” ujar Aryanggi.
Kepala SMAN 10 Pinrang, Hj. Ida Riliani, S.E., M.Pd., mengatakan keterlibatan siswa dalam memimpin kegiatan menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter di lingkungan sekolah.
“Ketika anak-anak diberi kepercayaan untuk memimpin, mereka belajar bertanggung jawab dan berani tampil di depan teman-temannya,” ujar Hj. Ida Riliani.
Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus Pembina Remus SMAN 10 Pinrang, Arpah Anwar, S.Ag., menilai kegiatan literasi Al-Qur’an memiliki manfaat tidak hanya dari sisi pembiasaan keagamaan, tetapi juga dalam mempersiapkan kondisi siswa sebelum mengikuti pembelajaran.
“Dengan membaca Al-Qur’an, anak-anak memiliki kesempatan menenangkan pikiran sebelum belajar. Kegiatan ini juga membantu kami membiasakan dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an mereka,” jelas Arpah Anwar.
Setelah rangkaian tadarus dan doa bersama selesai, seluruh siswa kembali ke ruang kelas masing-masing untuk mengikuti pembelajaran.
Kegiatan Jumat pagi tersebut menjadi salah satu bentuk pembiasaan religius di SMAN 10 Pinrang. Di sisi lain, pemberian ruang kepada siswa untuk memimpin kegiatan juga menjadi sarana pembelajaran karakter, khususnya dalam membangun keberanian, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepercayaan diri di lingkungan sekolah. (MLP)










