Beritapers.com – Beberapa belakangan terakhir, istilah karbon sering terdengar di telinga kita. Berbagai persoalan tentang carbon menjadi tanggung jawab kita secara bersama, salah satunya emisi.
Penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia terbilang cukup tinggi, apalagi di kota-kota besar. Alhasil, kualitas udara di kota tersebut menurun sebab banyak CO2 yang dikeluarkan dan terperangkap di Bumi.
Sebelum membahas lebih mendalam, alangkah lebih baik jika kita mengenal apa itu carbon. Apakah ada manfaat atau fungsi dari karbon? Simak jawabannya dalam artikel berikut!
Apa Itu Karbon?
Karbon berasal dari bahasa Latin yaitu carbo yang artinya arang, batu bara. Secara kimia, carbon adalah unsur kimia yang memiliki simbol C dengan urutan nomor atom 6 pada tabel periodik. Carbon termasuk ke dalam unsur non logam dan bervalensi 4 (tetravalent), artinya terdapat 4 elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan kovalen.
Karbon merupakan unsur penting sebagai dasar untuk membangun bahan organik, sebab sebagian besar bahan kering sari tumbuhan terdiri dari bahan organik. Unsur carbon menjadi salah satu unsur penting yang dibutuhkan makhluk hidup untuk menghasilkan biomassa dan sumber energi bagi organisme yang memiliki zat hijau daun (klorofil).
Definisi lain menyebutkan, carbon adalah suatu unsur yang diserap dari atmosfer melalui proses fotosintesis dan disimpan di dalam bentuk biomassa suatu vegetasi (Yuniawati dan Suhartana 2014). Hampir seluruh bagian pohon tersimpan carbon seperti akar, batang, cabang, ranting, daun, bunga, dan buah.
Carbon terbentuk dari bahan organik dan anorganik. Karbon organik berasal dari makhluk hidup misalnya minyak bumi dan batubara. Sementara yang bukan berasal dari makhluk hidup disebut karbon anorganik misalnya batu kapur.
Terlepasnya carbon ke udara, biasa disebut dengan karbondioksida, yang dihasilkan oleh makhluk hidup di bumi misalnya manusia dan hewan.
Apa Contoh Karbon?
Karbon merupakan senyawa yang punya peran penting bagi kehidupan. Contoh senyawa carbon yang ada di sekeliling kita antara lain CO2 (Karbon dioksida), sering disebut sebagai gas asam arang, Ca(OH)2 (Kalsium hidroksida).
Senyawa ini terkandung dalam kapur dapat berupa bubuk putih atau kristal, dan C6H1206 (Glukosa) terdapat dalam kandungan nasi dan gula yang kita konsumsi sehari-hari.
Selain itu ada CH3COOH (Asam asetat/cuka) biasa digunakan sebagai bahan pelengkap untuk masakan, C2H6O (Etanol/Alkohol) biasa digunakan untuk mensterilkan luka, dan CH4 (Metana) gas ini salah satunya berasal dari kotoran makhluk hidup.
Emisi karbon berkontribusi terhadap perubahan iklim dengan meningkatkan efek rumah kaca, yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan pola cuaca ekstrem. Untuk mengurangi emisi karbon, beberapa solusi yang diterapkan adalah penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, reboisasi, dan teknologi penangkapan serta penyimpanan karbon.
#Uncle G










