BERITAPERS || TAKALAR – Di tengah teriknya sengatan matahari, Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., turun langsung meninjau hamparan tambak garam dan berdiskusi dengan para petani di Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar.(24/8/2026)
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Bupati Daeng Manye didampingi langsung oleh Camat Laikang Marwan, S.E., serta Kepala Desa Cikoang guna menyerap aspirasi dan kendala para penggarap tambak secara face-to-face.
Tanpa sekat, Bupati Daeng Manye berinteraksi intensif membedah teknis pengelolaan tambak, durasi pembuatan garam, hingga kuantitas hasil panen yang didapatkan para petani lokal.
”Pemerintah daerah ingin memastikan secara mendalam bagaimana proses produksi berjalan di lapangan, berapa petak yang dikelola, dan berapa hasil bersih yang diperoleh petani setiap kali panen,” ujar Bupati Daeng Manye di sela-sela peninjauan.
Salah seorang petani garam di Desa Cikoang menjelaskan kepada Bupati bahwa siklus pengolahan garam sangat bergantung pada cuaca. Dalam kondisi cuaca cerah dan normal, proses kristalisasi garam di tambak dapat dipanen setiap tiga hari sekali.
Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa hadir langsung di tengah masyarakat bukan sekadar rutinitas protokoler, melainkan langkah strategis untuk memetakan potensi ekonomi kerakyatan dan merumuskan kebijakan berbasis kebutuhan riil petani.
”Sektor produksi garam di Kecamatan Laikang ini adalah potensi ekonomi daerah yang sangat besar. Komunikasi langsung ini penting agar Pemkab Takalar dapat mengambil langkah tepat dalam mendorong nilai tambah serta kesejahteraan para petani garam kita,” pungkas Daeng Manye.
Aksi tanggap dan pendekatan persuasif Bupati di hamparan tambak ini mendapat sambutan hangat dari warga Cikoang yang mengapresiasi perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan mata pencaharian mereka.




















Discussion about this post