Beritapers – Beberapa waktu lalu, khalayak tersorot pada seorang pemuda yang mengaku kembaran buaya yang dievakasi ke Taman Wisata Cimory gowa yang ditemukan saat banjir di Tamangapa Antang 12 Februari 2025.
Dalam video yang beredar tersebut, tampak seorang pemuda menangis yang mengaku kembaran dari buaya tersebut.
Menanggapi Fenomena kembar buaya tersebut, Budayawan Muda Sulawesi Selatan Abdi Mahesa membenarkan adanya anggapan kultural bagi orang Bugis-Makassar tentang buaya yang sangat erat kaitannya dengan dengan pandangan kosmogoni terhadap entitas yang menghuni dunia bawah atau istilah lainnya Toddang Toja.
Pada bagian dunia bawah air orang-orang dulu percaya dihuni oleh makhluk yang disebut Punnae Wae (Bugis), Patanna Je’ne (Makassar) Ampu Salu (luwu) yang ketika mereka muncul ke permukaan, mereka menggunakan tampilan bak buaya yang disebut larukkodo.










