Oleh Penulis : Afifuddin Harisah
BERITAPERS – Persoalan rendahnya kualitas lulusan jurusan Bahasa dan Sastra Arab masih menjadi topik hangat yang terus diperbincangkan. Banyak yang menyoroti lemahnya kompetensi dasar lulusan, terutama dalam aspek kebahasaan ( __maharah lughawiyyah_ ). (Minggu,18/5/2025)
Salah satu akar masalah yang jarang dibahas secara serius adalah kualitas input mahasiswa baru yang sebagian besar tidak memiliki latar belakang pendidikan berbasis pesantren atau sekolah dengan kurikulum bahasa Arab intensif.
Mahasiswa dari latar belakang pendidikan umum umumnya hanya memiliki pengetahuan sangat minim—bahkan nihil—tentang bahasa Arab.
Hal ini menyebabkan ketimpangan dalam proses pembelajaran di kelas dan memperlambat pencapaian target kompetensi. Mahasiswa kesulitan mengikuti materi yang menuntut kemampuan linguistik yang sudah mapan.
Akibatnya, lulusan kurang siap menghadapi tuntutan dunia kerja, baik di bidang pendidikan, penerjemahan, media, hingga keagamaan.
Namun, kondisi ini bukan tanpa solusi. Jurusan harus mulai menyusun strategi akademik yang progresif dan adaptif.










