BERITAPERS.MAKASSAR- Gerakan Sekolah Sebelas Anti Kekerasan (Gelas Antik), SMP 11 Makassar terus memperkuat komitmen dalam melindungi anak dari tindakan kekerasan. Hal ini diwujudkan melalui Pelatihan Penanganan Anak sebagai Korban dan Pelaku Kekerasan tahun 2025 bersama dengan Tim TPPK Universitas Terbuka, Makassar.
Pelatihan resmi dibuka oleh Dinas PPA Sulsel bertempat di Kantor Universitas Terbuka, Jl. Perintis Kemerdekaan, Makassar. Kegiatan ini dihadiri oleh tim TPPK dan Tim Gelas Antik dari SMP 11 Makassar.
Ketua Tim TPPK dalam sambutannya disampaikan mengatakan bahwa kasus kekerasan terhadap anak merupakan persoalan serius dan kompleks. Kekerasan tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga berdampak pada trauma psikis jangka panjang, bahkan lintas generasi.
Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan para aparatur, lembaga layanan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menangani kasus kekerasan secara holistik, profesional, dan berpihak pada korban.
“Pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu memahami berbagai bentuk kekerasan, mengenali gejala dan dampaknya, serta memahami alur penanganan mulai dari pelaporan, asesmen, intervensi, hingga pendampingan hukum dan psikososial. Kami juga mendorong kerja sama lintas sektor agar tercipta lingkungan yang aman dan bebas kekerasan bagi anak,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Dinas PPA Sulsel, yang menyampaikan bahwa pelatihan ini penting dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan para stakeholder dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pemulihan korban kekerasan.
Reporter: Nurhidayah.





















Discussion about this post