BERITAPERS || Parepare, — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Parepare menjajaki peluang sinergi dengan Lembaga Investigasi Mendidik ProRakyat Nusantara (LIDIK PRO) dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah. Langkah ini dibahas dalam kunjungan silaturahmi Ketua APINDO Parepare, Syaharuddin, S.Sy., ke Sekretariat LIDIK PRO Parepare pada Rabu (14/5/2025).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua LIDIK PRO Parepare, Ismail Waru, bersama jajaran pengurus. Keduanya berdiskusi mengenai potensi kolaborasi lintas sektor antara dunia usaha dan lembaga sosial kontrol dalam mendukung program-program pembangunan, termasuk penyediaan layanan makan bergizi bagi pelajar.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif nasional yang mulai dilaksanakan sejak awal tahun 2025. Tujuannya adalah memastikan pemenuhan gizi anak sekolah, khususnya di jenjang pendidikan dasar, guna mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
“Kami ingin membangun kemitraan positif dengan berbagai elemen, termasuk LIDIK PRO, agar upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui dunia usaha dapat berjalan beriringan dengan pembangunan sosial,” ujar Syaharuddin.
Ismail Waru menyatakan kesiapan LIDIK PRO menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa peran organisasi masyarakat sipil sangat penting dalam memastikan program-program pemerintah berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sementara itu, Bendahara LIDIK PRO, M. Thohad Hasli, A.Md. Par., S.E., yang berlatar belakang tata boga, mengungkapkan antusiasmenya untuk turut ambil bagian dalam penyediaan dapur layanan makan bergizi. Ia menilai dapur sekolah sebagai ruang pengabdian yang strategis dalam mendukung keberhasilan program.
“Dengan pengalaman saya sebagai chef, saya siap terlibat langsung dalam pengelolaan dapur makan bergizi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan,” ungkap Thohad.
Sebagai langkah lanjutan, kedua lembaga sepakat membentuk tim kerja lintas sektor untuk menyusun dan merealisasikan program kolaboratif, tidak hanya dalam mendukung pelaksanaan MBG, tetapi juga untuk pemberdayaan ekonomi lokal dan penguatan UMKM. (MLP)






















Discussion about this post