Setelah manusia mengenal Penciptanya, maka dengan rendah hati dia berusaha untuk mengenal dirinya yang penuh dengan kelebihan dan kekurangan. Pemahaman yang tinggi pada tingkat pertama membuat seseorang semakin mampu menyelami perasaan orang lain, semakin terdorong untuk berbuat yang terbaik bagi sesama, dan semakin bergairah untuk melayani sesama.
Mengenal diri sendiri membuat seseorang mampu melakukan inventarisasi diri atas kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Baru tingkatan yang terakhir adalah bagaimana menjadi diri sendiri (be your self). Pada tingkatan ini akan muncul keyakinan bahwa apa pun keadaan kita, akan mampu melakukan sesuatu tanpa harus merasa rendah diri maupun putus asa. Menjadi diri sendiri, sekaligus menanamkan konsep bahwa setiap manusia dicipta untuk tujuan yang spesifik dari Sang Pencipta dan tidak ada satu pun manusia yang dicipta sia-sia.
Sesama manusialah yang terkadang membuat ukuran-ukuran sendiri tentang kesuksesan hidup seseorang. Ukuran tersebut biasanya bersifat materi dan segala sesuatu yang tampak. Sementara Sang Pencipta melihat dengan ukuran yang berbeda. Oleh karena itu, mengapa kita harus tunduk pada ukuran dan standar kehidupan yang dibuat manusia. Siapa Anda sesungguhnya akan berbicara lebih keras dari ucapan Anda.
Be Yourself!
(Anwar)






















Discussion about this post