• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

Bentangan Penerapan Strategi Ekspositori dalam Pembelajaran PAI di Sekolah: Kekuatan dan Kelemahan. Maruki 2 Bagian (1)

Muh. Anwar by Muh. Anwar
26 Desember 2025
in Berita Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Bentangan Penerapan Strategi Ekspositori dalam Pembelajaran PAI di Sekolah: Kekuatan dan Kelemahan. Maruki 2 Bagian (1)
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BeritaPers. Opini – Di tengah tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis, strategi pembelajaran ekspositori sering dianggap “cara lama” yang identik dengan ceramah. Penilaian ini tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak adil.

Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), strategi ekspositori justru tetap memiliki relevansi yang kuat, terutama ketika sekolah menuntut penguasaan konsep dasar, ketepatan pemahaman dalil, dan keteraturan kerangka berpikir keagamaan. Hal yang sering luput dibahas bukan apakah ekspositori harus ditinggalkan, melainkan bagaimana strategi ini diterapkan secara tepat, terukur, dan dipadukan dengan strategi lain agar tidak berujung pada pembelajaran pasif.

Secara konseptual, strategi ekspositori merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan guru sebagai penyaji materi secara sistematis, dengan tujuan utama memperjelas struktur konsep dan mempercepat pemerolehan pengetahuan yang bersifat deklaratif. Dalam PAI, materi yang memuat definisi, klasifikasi, urutan prosedur ibadah, konsep akidah-akhlak, serta pemaknaan ayat atau hadis tertentu sering menuntut penjelasan runtut dari guru agar tidak terjadi salah interpretasi. Pada titik ini, ekspositori berfungsi sebagai “kerangka” yang menolong peserta didik memahami peta besar sebelum masuk ke diskusi yang lebih eksploratif.
Bentangan Penerapan di Kelas: Dari Pembuka hingga Penilaian

Penerapan strategi ekspositori yang efektif tidak berhenti pada ceramah satu arah. Ia berjalan sebagai rangkaian langkah yang berorientasi pada kejelasan tujuan dan kontrol pemahaman. Fase atau tahapannya:
Pertama, fase orientasi dan penetapan tujuan. Guru PAI memulai dengan mengarahkan fokus: kompetensi apa yang akan dicapai, mengapa topik itu penting, dan bagaimana keterkaitannya dengan kehidupan nyata peserta didik. Misalnya pada materi adab bermedia sosial dalam perspektif akhlak, guru menetapkan target: peserta didik mampu membedakan ghibah, fitnah, dan tabayyun, serta menerapkan indikator perilaku digital yang bertanggung jawab.

Kedua, fase apersepsi dan aktivasi pengetahuan awal. Di sinilah ekspositori sering gagal bila guru langsung “mengisi” tanpa memeriksa bekal awal peserta didik. Guru dapat memulai dengan pertanyaan diagnostik singkat, studi kasus ringan, atau memunculkan miskonsepsi umum (misalnya: “semua kritik itu ghibah”). Tujuannya bukan diskusi panjang, tetapi memastikan “pintu masuk” unyuk pendalaman materi.

Ketiga, fase penyajian materi yang terstruktur. Ini inti ekspositori: penjelasan runtut, contoh yang relevan, ilustrasi sederhana, dan penekanan pada konsep kunci. Pada PAI, struktur bisa dibangun dengan pola: definisi–dalil–contoh–batasan–implikasi. Jika materi membahas wudhu, misalnya, ekspositori yang baik menyajikan urutan rukun dan sunnah, disertai contoh kesalahan yang sering terjadi, lalu penjelasan mengapa kesalahan tersebut berdampak pada sah atau tidaknya ibadah.

Keempat, pengecekan pemahaman (checking for understanding). Strategi ekspositori yang bertanggung jawab selalu menyediakan jeda untuk verifikasi. Guru dapat memakai kuis cepat, pertanyaan bertingkat (mudah–sedang–tinggi), atau teknik exit ticket. Di tahap ini, guru menemukan apakah peserta didik benar-benar paham atau sekadar diam.

Kelima, penguatan dan latihan terbimbing. Setelah penjelasan, peserta didik memerlukan latihan yang diarahkan agar pengetahuan tidak berhenti sebagai hafalan. Dalam PAI, latihan dapat berupa klasifikasi kasus (mana yang termasuk riya, mana yang bukan), menyusun langkah ibadah secara urut, atau menyimpulkan pesan moral dari potongan ayat/hadis.

Keenam, penilaian dan tindak lanjut. Ekspositori yang baik menutup dengan ringkasan poin inti, penilaian formatif, dan rencana remedial/pengayaan. Ini penting karena PAI tidak hanya mengejar pengetahuan, tetapi pembentukan pemahaman yang benar dan konsisten.

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

19 Agustus 2026

Melalui strategi ekspositori pada PAI, terdapat beberapa keutamaan: (1) akurasi dan kontrol konsep. PAI memiliki bagian-bagian yang sensitif terhadap kesalahan interpretasi. Ekspositori membantu menjaga ketepatan definisi, konteks dalil, serta pemisahan antara konsep inti dan contoh; (2) efisiensi waktu untuk materi dasar. Sekolah sering menghadapi keterbatasan jam pelajaran. Ekspositori memungkinkan guru memberikan kerangka cepat sebelum masuk aktivitas yang lebih partisipatif; dan (3) membangun “kerangka berpikir” (schema).

Banyak siswa gagal bukan karena tidak mau berpikir, tetapi karena tidak memiliki struktur pengetahuan. Ekspositori membantu membangun struktur itu, sehingga diskusi dan proyek menjadi lebih bermakna.
Sedangkan kelemahannya: (1) potensi pasif dan ilusi paham. Diam bukan berarti mengerti. Ekspositori yang dominan dapat menciptakan kesan “materi sudah tersampaikan” padahal pemahaman tidak terbentuk; (2) rendahnya keterampilan berpikir tingkat tinggi jika tidak dipadukan. PAI juga menuntut nalar etis, kemampuan mengambil keputusan moral, dan refleksi. Itu sulit tumbuh bila kelas hanya mendengar; dan (3) kesenjangan pengalaman siswa. Siswa berbeda latar keluarga, budaya, dan literasi agama. Ekspositori yang tidak kontekstual mudah terasa jauh dari kehidupan mereka.

Terima kasih, Allahu a’lam bissawab.

Penulis : Dr. Usman, S.Ag., M.Pd
Dosen Prodi PAI FTK UINAM
Ketua Prodi PPG.

Post Views: 115
Tags: Berita OpiniBerita PersDr. UsmanFTK UINAMProdi PPG FTK
Muh. Anwar

Muh. Anwar

Dr. Muh. Anwar HM, S.Ag., M.Pd adalah seorang dosen & praktisi pendidikan, CEO ITMT Indonesia, Ketua Program Studi Manajemen di STIMI YAPMI Makassar, beliau seorang penulis, public speaker, hypnoterapist & trainer hypnoteaching, telah melakukan berbagai penelitian di bidang Hipnoteaching dan telah mempublikasikan hasilnya di jurnal nasional dan internasional. Dengan dedikasi dan kontribusinya, Muh. Anwar HM menjadi salah satu dosen yang berpengaruh di UIN Alauddin Samata dengan spesialisasi  di bidang Manajemen Pendidikan,  hypnoteaching, hypnoteraphy dan public speaking yang diakui secara nasional. Beliau terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
4 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
6 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

1 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

1 minggu ago
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

1 bulan ago
Load More

Related News

Puskesmas Lanrisang Intensifkan Pelayanan Cek Kesehatan Gratis di Posyandu ILP Desa Lerang

Puskesmas Lanrisang Intensifkan Pelayanan Cek Kesehatan Gratis di Posyandu ILP Desa Lerang

18 Mei 2026
Tersesat di Hutan Battang Barat, Indo Rampa Ditemukan Selamat oleh Tim SAR Gabungan

Tersesat di Hutan Battang Barat, Indo Rampa Ditemukan Selamat oleh Tim SAR Gabungan

27 April 2026
​Beraksi di 33 TKP Sejak 2018, Polda Sulsel Gulung Komplotan Spesialis Rumah Kosong Lintas 9 Kabupaten

​Beraksi di 33 TKP Sejak 2018, Polda Sulsel Gulung Komplotan Spesialis Rumah Kosong Lintas 9 Kabupaten

11 Juni 2026

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?