BERITAPERS – Fakfak, Papua Barat Daya – Dalam langkah yang mencerminkan kepemimpinan berjiwa rakyat, Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Fakfak, Papua Barat Daya.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda dinas biasa, tetapi menjadi simbol nyata perhatian pemerintah terhadap nasib nelayan Patorani asal Galesong yang menggantungkan hidupnya dari laut di perairan timur Indonesia.
Bupati Firdaus tidak sendiri. Ia didampingi oleh Ketua DPRD Takalar, Muhammad Rijal, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Mereka menyambangi Fakfak untuk melihat langsung kondisi para nelayan Takalar yang selama ini melaut di wilayah perairan Papua Barat, khususnya dalam mencari telur ikan terbang (orang Makassar sebut ikan tuing-tuing), komoditas laut bernilai tinggi yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga nelayan Galesong.
“Betul, kami ada rencana ke Fakfak bersama Forkopimda setelah dengar ada kendala dengan nelayan Patorani kita,” ujar Bupati Firdaus saat ditanya mengenai tujuan kunjungannya. Pernyataan itu menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan seremonial, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat pesisir.

Para nelayan Patorani dikenal sebagai pelaut tradisional yang telah menaklukkan gelombang laut Nusantara sejak lama. Namun, perjalanan mereka tidak hanya menghadapi tantangan alam, tetapi juga hambatan regulasi, lemahnya perlindungan hukum, dan ketidakpastian sosial-ekonomi di daerah rantau. Dalam konteks inilah, kunjungan Bupati Takalar menjadi sangat penting dan relevan.
Lihat Juga:
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah Takalar hadir untuk memperjuangkan keadilan maritim bagi warganya. Kehadiran Bupati bukan untuk mencampuri urusan daerah lain, melainkan membangun jembatan kerja sama antardaerah guna mencari solusi bersama atas permasalahan yang dihadapi para nelayan.






















Discussion about this post