BERITAPERS || PAREPARE – Selasa, 28 Juli 2026. Camat Soreang, Andi Nurpati Katoe, SKM, secara resmi membuka kegiatan revitalisasi Bank Sampah di Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 116 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare yang mewakili Kepala Dinas DLH, serta perwakilan PT Pertamina
Patra Niaga Fuel Terminal Parepare, M. Agung Endriyanto, selaku Fuel Terminal Manager Parepare. Hadir pula unsur pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, dan warga yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Camat Soreang menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para mahasiswa KKN yang telah memilih program revitalisasi Bank Sampah sebagai salah satu program kerja di tengah masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah tidak lagi hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir, perilaku, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Soreang sangat mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif para mahasiswa KKN yang menghadirkan program revitalisasi Bank Sampah ini. Sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Melalui Bank Sampah, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujar Andi Nurpati Katoe.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan Bank Sampah bukan hanya menjadi tempat untuk mengumpulkan sampah yang dapat didaur ulang, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih, disiplin, hemat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Menurutnya, masyarakat dapat memilah sampah rumah tangga sejak dari sumbernya, kemudian menyetorkannya ke Bank Sampah untuk memperoleh nilai ekonomi yang dapat ditabung maupun dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.
Andi Nurpati menambahkan bahwa keberadaan Bank Sampah memberikan banyak manfaat nyata bagi masyarakat, di antaranya meningkatkan pendapatan melalui pengelolaan sampah bernilai jual, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, membangun kebiasaan disiplin dalam pengelolaan sampah, memperkuat kebersamaan warga melalui kegiatan gotong royong, serta mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Lebih lanjut, ia berharap program yang diinisiasi mahasiswa KKN tersebut tidak berhenti setelah masa pengabdian berakhir, melainkan dapat terus dilanjutkan dan dikelola secara berkesinambungan oleh masyarakat bersama pemerintah setempat.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti ketika masa KKN selesai. Jadikan Bank Sampah ini sebagai program yang berkelanjutan dengan melibatkan warga, pemuda, kelompok masyarakat, dan seluruh lembaga yang ada di wilayah Kecamatan Soreang. Pemerintah Kecamatan Soreang siap mendukung, memfasilitasi, dan bersinergi agar program ini terus berkembang demi terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, produktif, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Andi Nurpati mengajak seluruh masyarakat menjadikan gerakan Bank Sampah sebagai budaya baru dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jadikan Bank Sampah sebagai langkah awal mewujudkan Kecamatan Soreang yang lebih rapi, lebih asri, lebih bersih, dan semakin sejahtera. Keberhasilan menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.
Melalui revitalisasi Bank Sampah ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lestari serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Parepare. (MLP)





















Discussion about this post