Dengan menetapkan self-reward, kita menciptakan siklus positif. Kita tahu bahwa setelah menyelesaikan satu bab yang sulit, ada es krim lezat yang menunggu. Setelah berhasil menyelesaikan tugas yang menumpuk, kita bisa marathon film atau serial favorit. Ini tidak hanya memberikan motivasi tambahan, tapi juga membuat otak kita mengasosiasikan belajar dengan hal-hal yang positif. Belajar bukan lagi hanya tentang kesulitan, tapi juga tentang kesenangan.
Self-reward juga mengajarkan kita untuk menghargai diri sendiri. Kita seringkali menuntut terlalu banyak dari diri kita, tapi lupa untuk memberikan apresiasi. Setiap kali kita berhasil melewati tantangan, sekecil apapun itu, kita layak untuk merayakannya. Membeli es krim, menonton film, atau bahkan sekadar duduk santai di taman, semua itu adalah bentuk apresiasi yang akan membuat kita merasa lebih baik.
Jadi, jangan pernah merasa bersalah saat memberikan hadiah pada diri sendiri. Ini adalah investasi kecil yang akan memberikan hasil besar. Dengan menjaga motivasi dan mood tetap baik, kita akan bisa belajar dengan lebih efektif. Jangan biarkan kelelahan menguasai kita. Ambil kendali, dan buatlah proses belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Ingat, kesuksesan bukan hanya tentang mencapai tujuan, tapi juga tentang menikmati setiap langkah di perjalanan. Jadi, berikan hadiah pada diri sendiri, dan nikmati setiap prosesnya. Karena, otak kita layak mendapatkan istirahat dan kesenangan. Dan saat otak kita bahagia, belajar pun akan terasa lebih mudah.
Penulis : Dr. Muh Anwar. HM
Dosen FTK UINAM
Mind Technology Trainer of ITMT Indonesia
Master NLP, Hypnoteaching & Hypnoterapist





















