BERITAPERS || Pinrang, – Pemerintah Desa Waetuoe, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, meluncurkan program inovasi pelayanan kesehatan berbasis desa bernama D’SatSet (Desa Sehat Sejahtera). Program ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan akses layanan medis yang selama ini dihadapi masyarakat pesisir.
Masyarakat pedesaan, khususnya di Desa Waetuoe, selama ini menghadapi berbagai kendala dalam mengakses pelayanan kesehatan, termasuk obat-obatan. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi kondisi tersebut antara lain: Jarak tempuh yang jauh dan sulitnya akses transportasi ke fasilitas kesehatan. Keterbatasan stok obat di fasilitas kesehatan yang tersedia.
Biaya transportasi dan pengobatan yang relatif mahal, tidak sebanding dengan penghasilan warga. Tidak adanya apotek sebagai alternatif tempat mendapatkan obat. Kurangnya edukasi kesehatan di tengah masyarakat. Rendahnya pemahaman tentang penggunaan obat-obatan secara tepat dan aman. Tidak tersedianya alat cek kesehatan awal seperti alat cek gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Akibatnya, banyak warga lebih memilih mengobati diri sendiri dengan membeli obat bebas di warung-warung hanya untuk menghilangkan rasa sakit tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Praktik ini berisiko menyebabkan komplikasi kesehatan, memperburuk kondisi penyakit, hingga kematian. Di sisi lain, dampaknya juga menambah beban finansial keluarga akibat pengobatan yang tidak efektif dan berulang.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Desa Waetuoe menggagas inovasi D’SatSet dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah desa, petugas kesehatan desa, dan kader masyarakat. Langkah awal program ini adalah pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan dasar sesuai rekomendasi petugas medis, dengan pendanaan dari Dana Desa.
Bidan desa kemudian memberikan bimbingan khusus tentang cara membaca dan memahami resep obat kepada anggota tim inovasi yang terdiri dari aparat desa dan kader. Masyarakat yang datang berobat akan menerima resep dari bidan desa. Bila obat tersedia di desa, maka langsung diberikan. Jika harus ditebus di apotek luar, Bidan akan menerbitkan Kartu D’SatSet, berisi data pasien dan jenis resep yang dibutuhkan.
Pasien kemudian membawa kartu tersebut ke Sekretariat D’SatSet, tempat obat disediakan dan edukasi kesehatan diberikan secara langsung. Pemerintah desa juga menyediakan strip pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta menyiapkan mobil layanan gratis untuk keperluan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
Program D’SatSet telah menunjukkan dampak positif sejak diluncurkan. Akses terhadap layanan kesehatan meningkat, angka pengobatan mandiri menurun, dan kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan dini mulai tumbuh. Beban biaya kesehatan pun berkurang, dan produktivitas warga meningkat.
“Sekarang warga datang memeriksakan kesehatannya tanpa harus khawatir biaya. Ketika mereka sehat, maka kerja jadi lebih lancar, penghasilan meningkat,” ujar Kepala Desa Waetuoe, Fahri Ishak, SE. Rabu, (4/6/2025)
Melalui program ini, kesenjangan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan dalam mengakses layanan kesehatan semakin menyempit. D’SatSet menjadi langkah strategis membangun sistem layanan dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat menuju Desa Sehat Mandiri, di mana kesehatan menjadi dasar utama pembangunan ekonomi dan kesejahteraan warga desa. (*)





















Discussion about this post