BERITAPERS || MAKASSAR – Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Danposal) Pinrang, Lettu Laut (P) Walno, mengikuti Kursus Singkat dan Penyumpahan Penyidik Tindak Pidana di Laut Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Kodaeral VI Makassar di Gedung Hasanuddin Mako Kodaeral VI, Jalan Yos Sudarso No. 308, Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan kapasitas, profesionalisme, serta kompetensi para penyidik tindak pidana di laut agar mampu melaksanakan tugas penegakan hukum secara optimal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pelaksanaan kursus diikuti para Komandan Pos TNI AL dan Komandan KAL jajaran Kodaeral VI. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdiskumlater Kodaeral VI Letkol Laut (H) Zulfikar, S.H., Kadiskum Kodaeral VI Letkol Laut (H) Syahruddin, S.H., Pabandya Sops Kodaeral VI Mayor Laut (P) Djunaidi, serta para peserta dari berbagai wilayah kerja Kodaeral VI.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan secara virtual melalui video conference oleh Mabesal. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars TNI Angkatan Laut, kemudian dilanjutkan sambutan pejabat Mabesal yang menegaskan pentingnya pembekalan hukum guna menyamakan persepsi seluruh calon penyidik sebelum mengikuti prosesi penyumpahan.
Materi yang disampaikan meliputi kewenangan yuridiksi penegakan hukum TNI AL berdasarkan Undang-Undang TNI, Undang-Undang Pelayaran, serta ketentuan UNCLOS 1982, hukum acara pidana di laut, teknik penyidikan, penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), hingga tata cara pengamanan barang bukti.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi diskusi interaktif bersama tim pemateri Mabesal untuk membahas berbagai dinamika penegakan hukum di laut, termasuk sinkronisasi prosedur operasi keamanan laut sesuai karakteristik wilayah kerja masing-masing.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengarahan internal dari Kadiskum Kodaeral VI serta gladi bersih tata upacara sebagai persiapan menghadapi Penyumpahan Penyidik Tindak Pidana di Laut yang akan dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026).
Seluruh rangkaian kegiatan hari pertama berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Para peserta dinilai telah memiliki kesiapan yang baik, baik dari aspek pemahaman regulasi maupun kesiapan mengikuti prosesi penyumpahan.
Danposal Pinrang, Lettu Laut (P) Walno, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kemampuan personel TNI AL, khususnya para penyidik yang bertugas di wilayah pesisir dan perairan.
“Kursus singkat ini memberikan pembekalan yang sangat penting bagi kami dalam memahami perkembangan regulasi serta memperkuat kemampuan teknis penyidikan tindak pidana di laut. Dengan materi yang disampaikan langsung oleh Mabesal, kami memperoleh kesamaan persepsi dalam pelaksanaan penegakan hukum sehingga tugas di lapangan dapat dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Lettu Laut (P) Walno.
Ia menambahkan, gladi bersih yang dilaksanakan setelah sesi pembekalan juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan seluruh peserta menghadapi prosesi penyumpahan sebagai penyidik tindak pidana di laut.
“Kami siap mengikuti penyumpahan penyidik sebagai bentuk amanah dan tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga keamanan serta menegakkan hukum di wilayah perairan Indonesia. Kompetensi yang diperoleh melalui kegiatan ini akan menjadi bekal penting dalam mendukung tugas-tugas operasi TNI Angkatan Laut, khususnya di wilayah kerja Pos TNI AL Pinrang,” tambahnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan penegakan hukum maritim yang semakin kompleks. Oleh karena itu, sinergi antara Mabesal, Kodaeral VI, dan seluruh jajaran di daerah menjadi kunci dalam mewujudkan aparat penegak hukum yang profesional, responsif, dan berintegritas.
Melalui kegiatan ini, TNI Angkatan Laut kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas personel dalam menjaga kedaulatan negara di laut, melindungi sumber daya kelautan, serta memberikan kepastian hukum terhadap setiap bentuk pelanggaran yang terjadi di wilayah perairan Indonesia. (MLP)






















Discussion about this post