BeritaPers || MAKASSAR — Pembelajaran mata kuliah Manajemen dan Bisnis Digital bagi mahasiswa baru STIMI YAPMI Makassar tahun 2026 berlangsung dengan suasana berbeda. Jika biasanya perkuliahan dilaksanakan di ruang kelas, kali ini mahasiswa diajak belajar langsung di lingkungan usaha, yakni Warkop Kopi Kogo, pada pukul 14.00–15.40 WITA.
Perkuliahan yang dibimbing oleh Irfan Afandi, S.M., M.M. tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada mahasiswa. Warkop Kopi Kogo dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena merupakan salah satu UMKM yang telah menerapkan konsep bisnis digital dalam aktivitas usahanya.
Melalui pembelajaran di luar kelas, mahasiswa tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana konsep manajemen dan bisnis digital diterapkan dalam praktik. Mahasiswa diajak mengamati berbagai aspek pengelolaan usaha, mulai dari pelayanan konsumen, pemasaran, pemanfaatan teknologi, hingga strategi pengembangan bisnis di era digital.
Model pembelajaran ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru STIMI YAPMI 2026 untuk memahami bahwa bisnis digital bukan sekadar teori yang dipelajari di bangku kuliah. Perkembangan teknologi telah menjadi bagian dari aktivitas bisnis sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan UMKM.
Dosen mata kuliah Irfan Afandi, S.M., M.M., memberikan apresiasi kepada pihak Warkop Kopi Kogo yang telah membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mengenal praktik bisnis secara langsung.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Owner Kopi Kogo, Bapak Ary Sandi, atas sambutan, dukungan, dan kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa STIMI YAPMI untuk menjadikan lingkungan usaha sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Perkuliahan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia bisnis sekaligus mendorong mereka untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga memiliki wawasan dan pola pikir kewirausahaan untuk melihat peluang bisnis di era digital.
Belajar bisnis tidak selalu harus di dalam kelas. Kadang, secangkir kopi dan aktivitas UMKM justru bisa menjadi ruang belajar untuk memahami bagaimana teori benar-benar bekerja di dunia nyata.










