BeritaPers. Makassar || Momentum Wisuda Sarjana ke-XXIII STIMI YAPMI Makassar yang berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Makassar pada Sabtu, 11 April 2026, menjadi sangat istimewa. Tidak sekadar seremoni pelulusan, acara ini menjadi saksi lahirnya sebuah karya literasi strategis melalui launching buku berjudul “Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih (Lokomotif Perekonomian Desa)”.
Buku yang diprediksi menjadi referensi utama bagi penggiat ekonomi desa ini diterbitkan oleh Penerbit Goresan Pena, sebuah penerbit nasional ternama asal Kuningan, Jawa Barat. Kehadiran buku ini di tengah prosesi wisuda menegaskan komitmen STIMI YAPMI Makassar dalam memperkuat tradisi akademik melalui publikasi karya ilmiah yang aplikatif bagi masyarakat luas.
Karya ini lahir dari tangan dingin dua akademisi mumpuni, yakni Dr. Ibrahim Syah, SE., MM dan Dr. Muh Anwar. HM. Duet penulis ini memadukan perspektif kepemimpinan institusional dan kepakaran dalam manajemen pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia untuk membedah potensi besar yang dimiliki oleh desa-desa di Indonesia.
Dr. Ibrahim Syah, SE., MM, yang saat ini menjabat sebagai Ketua STIMI YAPMI Makassar, dikenal sebagai sosok pemimpin yang memiliki visi tajam dalam pengembangan sekolah tinggi manajemen. Kepiawaiannya dalam mengelola institusi pendidikan dan jaringan profesionalnya memberikan bobot strategis pada isi buku ini, khususnya dalam aspek manajerial organisasi ekonomi di tingkat desa.
Sementara itu, Dr. Muh Anwar. HM membawa perspektif akademik yang mendalam. Beliau merupakan Ketua Program Studi Manajemen STIMI YAPMI Makassar sekaligus dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Microleading di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar. Dedikasinya sebagai dosen Prodi Manajemen Pendidikan FTK UINAM semakin memperkaya metodologi pengembangan masyarakat yang dituangkan dalam buku ini.
Prosesi peluncuran buku ditandai dengan penandatanganan naskah simbolis yang disaksikan langsung oleh sejumlah tokoh penting. Hadir mendampingi para penulis adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Moutong, Bapak Zulfinasran, S.STP., M.AP, serta Ketua Senat STIMI YAPMI Makassar, Prof. Dr. H. Akmal Umar.
Dalam sambutannya, Dr. Ibrahim Syah menyampaikan bahwa buku ini disusun sebagai jawaban atas tantangan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang seringkali belum optimal. Ia menekankan bahwa sinergi antara BUMDes dan koperasi adalah kunci untuk menciptakan ketahanan ekonomi nasional yang dimulai dari pinggiran atau wilayah pedesaan.
Dr. Muh Anwar. HM menambahkan bahwa literasi ini merupakan bentuk pengabdian nyata dari kampus untuk bangsa. Menurutnya, konsep “Koperasi Merah Putih” yang diusung dalam buku tersebut mengedepankan semangat gotong royong dan profesionalisme manajemen, agar lembaga ekonomi desa tidak hanya sekadar berdiri, namun mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan.
Sekda Parigi Moutong, Bapak Zulfinasran, S.STP., M.AP, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran buku ini. Beliau menilai materi yang disajikan sangat relevan dengan kebutuhan pemerintah daerah dalam membina desa-desa agar lebih mandiri secara finansial melalui inovasi manajemen yang tepat guna dan terukur.
Dukungan serupa datang dari Prof. Dr. H. Akmal Umar selaku Ketua Senat. Beliau menyatakan bahwa produktivitas dosen dalam menulis buku adalah marwah dari sebuah perguruan tinggi. Buku “Sinergi BUMDes” ini menjadi bukti bahwa STIMI YAPMI Makassar terus berupaya menghadirkan solusi konkret bagi problematika ekonomi di Sulawesi Selatan maupun nasional.
Kehadiran Penerbit Goresan Pena dalam memfasilitasi karya ini juga menunjukkan bahwa gagasan dari para pemikir di Makassar memiliki kualitas yang diakui secara nasional. Dengan distribusi yang luas, diharapkan pemikiran mengenai lokomotif perekonomian desa ini dapat diimplementasikan oleh para kepala desa dan pengurus BUMDes di seluruh pelosok negeri.
Acara peluncuran ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan buku secara simbolis kepada perwakilan pemangku kepentingan. Dengan diluncurkannya buku ini, STIMI YAPMI Makassar berharap para wisudawan yang baru saja dikukuhkan juga terinspirasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi intelektual bagi kemajuan daerahnya masing-masing.






















Discussion about this post