BERITAPERS || SIDRAP — Jumat, 10 April 2026. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Salah satu dosennya, Dr. Sapri Tajuddin, S.Sos., M.Si, berhasil lolos pendanaan Program Hibah Penelitian BIMA Tahun 2026 pada skema Penelitian Fundamental Reguler, sebuah program kompetitif nasional yang mendorong penguatan kualitas riset di perguruan tinggi.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kualitas akademik dan kapasitas penelitian di lingkungan kampus. Program Hibah BIMA dikenal memiliki proses seleksi yang ketat, mulai dari evaluasi substansi proposal, kebaruan ide, metodologi penelitian, hingga potensi dampak terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan persoalan strategis di masyarakat.
Dalam proposal penelitiannya, Dr. Sapri mengangkat judul “Model Agile Government Berbasis Budaya Organisasi Adaptif dan Integrasi Digital pada Mal Pelayanan Publik.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan model tata kelola pemerintahan yang lebih responsif, fleksibel, dan berbasis teknologi digital, khususnya dalam konteks pelayanan publik terpadu.
Konsep agile government yang menjadi landasan penelitian ini merupakan pendekatan modern dalam tata kelola pemerintahan yang menekankan kecepatan adaptasi terhadap perubahan, peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi. Dalam implementasinya di Mal Pelayanan Publik, pendekatan ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan klasik, seperti birokrasi yang lambat, tumpang tindih layanan, serta keterbatasan integrasi sistem antarinstansi.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya budaya organisasi yang adaptif sebagai fondasi utama dalam mendorong transformasi birokrasi. Tanpa perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur, transformasi digital dinilai tidak akan berjalan optimal. Oleh karena itu, integrasi antara aspek budaya organisasi dan teknologi digital menjadi fokus utama dalam penelitian tersebut.
Dalam keterangannya, Dr. Sapri menyampaikan bahwa penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam pengembangan teori administrasi publik, tetapi juga dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan di tingkat daerah maupun nasional.
“Melalui penelitian ini, kami ingin menawarkan model yang aplikatif dan kontekstual, yang dapat diadopsi oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pihak Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang turut memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti komitmen institusi dalam mendorong budaya riset yang produktif dan berkelanjutan di kalangan dosen.
Selain itu, capaian ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan berpartisipasi dalam berbagai skema pendanaan nasional maupun internasional. Dengan semakin banyaknya dosen yang aktif meneliti, diharapkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah dan nasional juga semakin signifikan.
Lebih jauh, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan Mal Pelayanan Publik yang lebih inovatif dan terintegrasi. Di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan yang cepat dan efisien, inovasi berbasis riset menjadi kunci dalam menciptakan sistem pelayanan publik yang unggul dan berdaya saing.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus berkembang dan berkontribusi dalam penguatan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang administrasi publik. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan capaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi akademik yang lebih besar di masa mendatang. (MLP)










