Beritapers.com, Bulukumba – Tim Subdirektorat Ekonomi Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Sulawesi Selatan menggelar silaturahmi dengan perwakilan Masyarakat Adat Kajang di Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif sekaligus mengantisipasi potensi konflik agraria di wilayah Kabupaten Bulukumba.
Dalam pertemuan itu, tim dari Polda Sulsel berdialog langsung dengan Ramlah, anak dari pemangku Adat Kajang Amma Toa. Melalui dialog tersebut, kepolisian menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara masyarakat adat dan Polri dalam menjaga stabilitas wilayah.
Tim Subdit Ekonomi Dit Intelkam Polda Sulsel menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat adat sekaligus membangun kerja sama yang lebih erat dalam menyikapi berbagai persoalan sosial yang berpotensi memicu konflik.
Pihak kepolisian juga mengharapkan peran aktif tokoh adat dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penyelesaian persoalan agraria secara bijak dan sesuai aturan yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun provokasi yang dapat memperkeruh situasi.
Selain itu, Polri mengajak seluruh elemen masyarakat adat untuk mengedepankan musyawarah dan mediasi dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul.
Jalur komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian maupun pemerintah daerah juga dinilai penting guna mencegah berkembangnya konflik yang lebih luas.
Menanggapi hal tersebut, Ramlah menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Tim Direktorat Intelkam Polda Sulsel kepada masyarakat adat Kajang.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah adat serta mencegah terjadinya konflik agraria.
“Kami siap bekerja sama dan mendukung langkah-langkah pencegahan agar persoalan agraria tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar di kawasan adat Kajang,” ujarnya.
Ramlah juga berharap Pemerintah Kabupaten Bulukumba dapat lebih proaktif dalam menangani persoalan agraria yang terjadi di tengah masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian setiap konflik perlu mengedepankan pendekatan sosial budaya serta menghormati hak-hak masyarakat adat.
Kegiatan silaturahmi dan dialog tersebut berlangsung dalam suasana hangat, aman, dan penuh kekeluargaan.
Reporter: Irsan.






















Discussion about this post