Saksi lainnya, Kahar (56), Ketua RW 03 yang tinggal di sekitar lokasi, mengatakan ia keluar rumah setelah mendengar teriakan warga. Saat itu, ia sudah melihat api melalap bagian atas rumah.
Senada dengan Kahar, Masyita (26), Ketua RT 01, juga menyampaikan bahwa dirinya mendengar kepanikan warga dan menyaksikan api yang telah membesar saat keluar dari rumahnya.
Upaya pemadaman dilakukan oleh sekitar 150 personel dari TNI Satuan Kavaleri dan Den Intel yang berada di sekitar lokasi, dibantu oleh empat unit mobil pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.40 WITA.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun satu korban, yakni Warti, mengalami cedera ringan akibat terjatuh. Belum ada taksiran pasti terkait total kerugian materiil yang ditimbulkan oleh kebakaran ini.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Laporan resmi juga telah dibuat oleh Polsek Tamalanrea sebagai bagian dari proses hukum.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama penghuni rumah kost dan bangunan bertingkat, untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran serta memastikan tersedianya jalur evakuasi yang aman.










