BERITAPERS || MAKASSAR — Sejak pagi hari, suasana berbeda terlihat di kawasan Pondok Pesantren DDI ABRAD Makassar. Ratusan santriawan dan santriwati tampak antusias bahu-membahu mengumpulkan dan memilah berbagai jenis sampah di lingkungan pesantren mereka, yang berada di Perumahan Pemda No. 22, Blok C16, Kel. Manggala, Kec. Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan Senin (3/8/2026).
Aksi bersih lingkungan yang dijadikan agenda rutin setiap pagi ini merupakan bentuk dukungan nyata dari komunitas pesantren terhadap program kebersihan lingkungan yang terus digaungkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Dengan membawa tempat sampah khusus, para santri dengan cermat membagi limbah ke dalam tiga kategori utama:
- Sampah Organik: Seperti sisa makanan dan dedaunan kering.
- Sampah Anorganik (Daur Ulang): Seperti botol plastik, kardus, dan kemasan yang dapat dimanfaatkan kembali.
- Sampah Residu: Seperti tisu bekas, pembalut, atau plastik kemasan berlapis yang tidak dapat didaur ulang dan harus dibuang secara khusus ke TPA.
”Kami ingin menanamkan pemahaman kebersihan secara utuh kepada para santri. Tidak hanya memisahkan yang bisa didaur ulang, tetapi juga mengenali sampah residu agar pengelolaan limbah dari pesantren benar-benar tertata dan mendukung penuh program kebersihan Ibu Kota Makassar,” ujar salah satu pengasuh Ponpes DDI ABRAD Makassar, Ustad Adlan
Membentuk Karakter Peduli Lingkungan
Kegiatan ini tidak hanya sekadar membersihkan area pondok, tetapi juga diselingi dengan edukasi mengenai pentingnya meminimalisasi sampah residu agar tidak mencemari lingkungan.
Sampah organik yang terkumpul rencananya akan diolah menjadi pupuk kompos, sampah anorganik disalurkan ke bank sampah, sementara sampah residu diangkut oleh petugas kebersihan ke TPA.

Melalui kebiasaan pagi ini, Pondok Pesantren DDI ABRAD Makassar berharap dapat mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan ekologis yang tinggi.
Gerakan dari bilik pesantren ini sekaligus membawa pesan positif bagi masyarakat sekitar Makassar: bahwa menjaga kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama yang bisa dimulai dari langkah kecil di pagi hari.
Penulis: Astriana



















Discussion about this post