Beritapers.Makassar- Kue putu cangkir warisan keluarga dari kabupaten Gowa. Jajanan ini terbuat dari beras Ketang dan menjadi adonan dengan campuran gula areng ditaburi kelapa muda. Teksturnya empuk, rasanya manis dengan khas warna coklat dan putih, Jumat (01/7/2025).
Hampir disukai kalangan masyarakat, hanya didapatkan mulai pukul 05.00- 22.00 Wita terletak di jalan Andi Djemma kelurahan Banta-Bantaeng kecamatan Rappocini kota Makassar atau tepatnya berhadapan Toko Eiger.
Pedagang dengan hijab pakai kacamata, mengukus di atas talang dengan corong panjang menutup kue putu. Satu bungkus dijual dengan harga Rp 1000 (Sepuh Ribu Rupiah), isi delapan pics cukup terjangkau untuk camilan ringan yang bisa dibagi bersama teman atau keluarga.
Berjualan tak butuh waktu lama, suasana sepi, ditambah masih banyak masyarakat belum mengetahui kehadirannya di sana.
Meski termasuk jajanan sederhana, pedagang berjilbab identik kacamata kembali menekuni usaha berjualan kue putu cangkir dengan bertahan di tengah tren makanan viral.
Menekuni kembali usaha walau sempat berhenti, wanita berjilbab ini, menjadi saksi bahwa jajanan tradisional masih punya tempat tersendiri di hati masyarakat, terutama saat menyentuh sisi emosional dan kenangan awal belajar membuat kue putu cangkir hingga diminati kalangan atas, menengah dan kebawah.
(RUD).






















Discussion about this post