Silaturahmi ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan persuasif mampu membuka jalan bagi mantan kelompok garis keras untuk turut menjadi bagian dari solusi dalam menjaga stabilitas nasional dan kehidupan sosial yang harmonis.
Pihak kepolisian juga mengapresiasi keterbukaan dan niat baik para eks JI dalam membangun kebersamaan, serta menjadikan momen perayaan Waisak sebagai titik temu semangat toleransi dan perdamaian lintas agama.
Sebelum kegiatan berakhir, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan video testimoni. Dalam video tersebut, para tokoh eks JI menyatakan kesiapan mereka untuk bersama TNI dan Polri menjaga kamtibmas selama perayaan Waisak berlangsung.
Testimoni ini menjadi bagian dari kampanye damai yang digagas oleh Polda Sulsel, guna menunjukkan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk yang pernah terlibat dalam kelompok ekstrem, bisa menjadi mitra dalam menjaga ketertiban umum.
Polda Sulsel berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi membangun kepercayaan, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya hidup damai dalam keberagaman.
Kegiatan ini juga menjadi teladan bahwa rekonsiliasi dan pendekatan dialogis mampu menciptakan perubahan positif dalam masyarakat, serta memperkuat komitmen nasional terhadap nilai-nilai Pancasila dan toleransi antarumat beragama.
Dengan adanya dukungan dari berbagai elemen, termasuk eks JI, diharapkan perayaan Waisak 2569 BE Tahun 2025 di Kota Makassar dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian.(KML)










