Dalam kegiatan itu, jajaran Dit Intelkam secara langsung mengajak mantan narapidana terorisme untuk turut berperan aktif menjaga stabilitas dan keamanan di lingkungan mereka.
Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi preemtif kepolisian dalam merangkul semua elemen masyarakat, termasuk mereka yang pernah terlibat dalam tindakan radikal, agar kembali berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
AKP Saharuddin mengatakan bahwa pelibatan eks napiter dalam menjaga harkamtibmas menjadi bagian dari strategi deradikalisasi yang berkelanjutan.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, dengan harapan para eks napiter dapat menjadi agen perdamaian dan turut berkontribusi menjaga keamanan, khususnya menjelang momen penting perayaan kemerdekaan RI,” jelasnya.
Upaya ini juga menjadi salah satu bentuk konkret dari semangat rekonsiliasi nasional yang terus digaungkan, serta mempertegas bahwa semangat persatuan dan kesatuan bangsa harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk eks napiter, Polda Sulsel optimistis peringatan HUT RI ke-80 akan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan.










