Aksi ini menimbulkan berbagai respons dari berbagai pihak. Dari sisi keamanan, demonstrasi berjalan relatif damai, meskipun sempat terjadi ketegangan di beberapa titik. Pihak kepolisian berusaha mengelola massa tanpa kekerasan yang signifikan, suatu hal yang patut diapresiasi.
Di sisi lain, para anggota DPR memberikan tanggapan yang beragam. Ada yang menyambut baik dan bersedia mendengarkan aspirasi mahasiswa, namun ada pula yang menganggap aksi ini terlalu dini dan mengganggu stabilitas. Perbedaan pandangan ini mencerminkan kompleksitas komunikasi antara perwakilan rakyat dan generasi muda yang kritis.
Aksi pada 25 Agustus ini kembali membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa. Mereka berfungsi sebagai “alarm” yang mengingatkan para pemimpin ketika arah kebijakan dianggap melenceng dari kepentingan rakyat. Aksi ini menunjukkan kematangan dalam berorganisasi dan kemampuan untuk menyuarakan aspirasi secara terstruktur.
Meskipun demikian, ada tantangan yang perlu diantisipasi. Aksi demonstrasi harus tetap berada dalam koridor demokrasi yang sehat, tanpa menimbulkan kerugian bagi masyarakat umum atau infrastruktur. Dialog yang konstruktif antara mahasiswa, pemerintah, dan DPR adalah kunci untuk menemukan solusi bersama.
Penulis : Dr. Muh Anwar. HM (Akademisi)






















Discussion about this post