BeritaPers || Gowa – Bolaromang Jalur ekstrem Tanjakan kembali memakan korban. Dalam kurun waktu satu hari, tercatat dua insiden kecelakaan serupa di mana kendaraan gagal menaklukkan kecuraman jalan hingga berakhir terguling.
Peristiwa ini terjadi pada pagi dan sore hari, memicu peringatan keras bagi para pengendara yang melintas. Kronologi KejadianInsiden pertama terjadi pada subuh hari, melibatkan sebuah unit mobil pribadi.
Kendaraan yang datang dari arah bawah diduga kehilangan tenaga saat berada di titik paling terjal. Pengemudi tidak mampu menguasai kendaraan saat mesin mati, sehingga mobil mundur tak terkendali dan terbalik di bahu jalan. Beruntung, penumpang dikabarkan selamat meski mengalami trauma.
Tak berselang lama, tepatnya pada sore hari, kecelakaan kembali terulang. Kali ini menimpa sebuah mobil pick-up pengangkut sayur. Berdasarkan pantauan di lokasi, mobil pick-up berwarna hitam dengan aksen pink tersebut tampak terguling ke sisi kanan jalan dengan posisi miring 90 derajat.
Dampak dan Evakuasi Berdasarkan bukti visual di lapangan, berikut adalah detail terkait kecelakaan kedua, pick-up Kondisi Kendaraan mobil pick-up terguling di jalanan tanah yang berbatu dan tidak rata.
Muatan barang bawaan berupa sayuran yang di bungkus dalam kantong merah berserakan di sekitar area kecelakaan. Dalam 2 insiden kecelakaan dalam 1 hari ini meskipun ada kerugian materil,tetapi sampai berita ini di turunkan tidak ada korban jiwa. Upaya Warga:
Sejumlah warga dan pengendara lain langsung bergotong-royong membantu mengevakuasi muatan dan berusaha membalikkan posisi kendaraan agar jalur kembali bisa dilalui. Penyebab utama kecelakaan Warga sekitar menyebutkan bahwa Tanjakan Bolaromang memang dikenal memiliki elevasi yang sangat curam dan kondisi jalan yang rusak.
Kombinasi antara permukaan jalan yang licin dan berbatu. Beban muatan yang berlebih (khususnya pada kendaraan logistik sayur). Kurangnya performa mesin kendaraan untuk menanjak ekstrem. Seringkali menjadi penyebab utama kecelakaan di titik ini.
“Tanjakan ini memang ‘angker’ buat mobil yang kurang fit. Apalagi kalau bawa muatan berat, salah oper gigi sedikit saja bisa berakibat fatal,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian. Himbauan Keamanan Pemerintah setempat dan tokoh masyarakat meminta para pengguna jalan untuk lebih waspada.
Pengendara disarankan untuk: Memastikan kondisi rem dan mesin dalam keadaan prima sebelum melintas. Mengurangi beban muatan jika dirasa terlalu berat untuk menanjak. Menggunakan bantuan pengganjal ban atau meminta bantuan warga lokal jika merasa ragu saat menanjak.
Hingga berita ini diturunkan, evakuasi mobil pick-up sudah dilakukan dan arus lalu lintas sudah normal kembali.






















Discussion about this post