Bayangkan jika Anda bertemu Coach Anwar di sebuah seminar. Beliau tidak akan datang dengan jubah hitam atau tatapan mata melotot ala dukun di film horor tahun 80-an. Sebaliknya, beliau mungkin tampil santai, bahkan terlalu santai sampai Anda tidak sadar bahwa dalam lima menit obrolan, beliau sudah tahu apa warna kaus kaki favorit Anda dan trauma masa kecil yang Anda sembunyikan rapat-rapat.
Lucunya, banyak orang belajar hipnosis ke Coach Anwar karena ingin bisa “menguasai” orang lain, tapi justru mereka berakhir dengan “menguasai” diri sendiri. Ini adalah plot twist terbesar dalam industri pengembangan diri. Anda berharap bisa menepuk orang agar bayar utang, tapi malah Anda yang sadar bahwa menagih utang dengan marah-marah adalah teknik yang sangat tidak efektif secara neurosains.
Dunia hipnosis dan gendam di Indonesia memang penuh dengan drama dan komedi. Ada praktisi yang merasa jadi Tuhan karena bisa membuat orang tidur di panggung, padahal itu cuma teknik rapid induction biasa. Coach Anwar hadir sebagai penengah yang mengingatkan bahwa semua ini hanyalah alat. Pisau bisa dipakai untuk memotong bawang agar sambal jadi enak, atau dipakai untuk merampok bank; tergantung siapa yang pegang gagangnya.
Kita harus berani jujur bahwa masyarakat kita memang “haus” akan hal-hal yang berbau instan dan ajaib. Gendam laku karena janji instannya, sementara hipnosis kadang dipandang terlalu klinis dan membosankan. Namun di tangan Coach Anwar, hipnosis menjadi sesuatu yang seksi, logis, sekaligus memiliki nuansa “magis” yang masuk akal. Beliau membuat sains tidak lagi terasa seperti buku pelajaran sekolah yang bikin mengantuk.
Jadi, apakah gendam itu nyata? Apakah hipnosis itu hanya sugesti? Jawabannya: selama Anda masih punya otak dan sistem saraf, Anda bisa dipengaruhi. Provokasinya adalah, jangan-jangan saat ini pun Anda sedang dalam kondisi trance tanpa menyadarinya. Membaca tulisan ini sampai paragraf kesebelas adalah bukti bahwa fokus Anda sudah berhasil dijinakkan oleh untaian kata-kata.






















Discussion about this post