Di tengah hamparan pantai yang mulai menghijau oleh bibit baru, Masrafil menaruh harapan besar. Baginya, 5.000 pohon ini adalah simbol dari doa dan ikhtiar kolektif. Ia tidak ingin kegiatan ini berakhir sebagai seremonial belaka yang layu sebelum berkembang.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh unsur yang terlibat. Harapan terbesar saya, apa yang kita tanam hari ini memberikan kebermanfaatan secara kolektif. Bukan hanya menahan abrasi, tapi juga menghidupkan kembali ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan warga sekitar,” tegas Musrafil.
Saat matahari mulai meninggi, ribuan bibit mangrove itu kini berdiri tegak, siap tumbuh menjadi “benteng hijau” yang akan menghalau ombak dan menjaga tanah Pasimarannu agar tidak hilang ditelan zaman. Aksi hari ini membuktikan bahwa pemuda Sinjai tidak diam menyaksikan tanah kelahirannya tergerus; mereka bergerak, menanam, dan merawat kehidupan.
Aksi di Pasimarannu ini menjadi bukti bahwa Pemuda Muhammadiyah Sinjai Timur siap menjadi garda terdepan pelestarian lingkungan. Mereka menyadari, merawat alam adalah bagian dari merawat keimanan dan masa depan bangsa. Di tangan merekalah, harapan agar Sinjai Timur tetap utuh dan lestari kini disandarkan.
(Rafi)





















Discussion about this post