Dalam kesempatan terpisah, sejumlah tokoh masyarakat di Gowa juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah penegakan hukum dalam kasus ini.
Mereka berharap agar proses penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang turut berperan di balik kejadian tersebut.
Rahim menegaskan, Media Binkari sebagai lembaga yang turut mengawal isu-isu sosial dan penegakan hukum akan terus memantau perkembangan kasus ini.
Ia juga mengajak media dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong terciptanya keadilan serta menolak segala bentuk penyalahgunaan wewenang.
“Kami dari Media Binkari akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Negara tidak boleh kalah dengan tindakan premanisme berseragam. Hukum harus menjadi panglima tertinggi,” pungkasnya.
Kasus dugaan pemerasan ini diharapkan menjadi momentum bagi institusi TNI dan Polri untuk melakukan evaluasi internal serta memperkuat komitmen dalam menegakkan integritas dan profesionalisme di tubuh aparat.
Dengan pengusutan yang transparan dan adil, masyarakat berharap kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dapat kembali pulih. (MLP)










