Beritapers.com.- Soppeng.Pasere hadir sebagai komunitas yang bergerak dalam bidang tour guide budaya dalam pelestarian budaya di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Sabtu, (07/06/2025).
Pasere menjadi Tour Guide ratusan mahasiswa dari dua komunitas dan organisasi besar dari IAIN Parepare. Meliputi FORBES (Forum Beasiswa) IAIN Parepare dan UKM Seni ANIMASI (Aliansi Mahasiswa Seni), yang melakukan eksplorasi budaya di berbagai situs sejarah dan wisata budaya di Soppeng.
Dengan mengusung tema Explorasi Budaya Lokal Ri Wanua Latemmamala dalam Mewujudkan Sikap Wasathiyah. Masing-masing kegiatan berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2025 di Kabupaten Soppeng. Dengan jumlah peserta sebanyak 323 orang.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar wisata, tetapi menjadi momen penting dalam menguatkan identitas budaya dan memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda.
Riady Bachtiar kali ini menjadi tour guide dari Komunitas Pasere, mendampingi dua kelompok mahasiswa dalam program eksplorasi budaya.
Kegiatan ini juga sebagai bentuk kolaborasi antara UKM Seni ANIMASI IAIN Parepare bersama UKM Seni SENRITA STAI Al-Gazali Soppeng yang masing-masing terdiri atas 70 mahasiswa dan 15 mahasiswa.
Riady Bachtiar menegaskan bahwa peran Komunitas Pasere jauh lebih dari sekadar pendamping teknis atau pencerita sejarah.
Pendampingan yang dilakukan merupakan usaha untuk menghubungkan nilai dan identitas antar generasi. Generasi muda, khususnya mahasiswa, harus selalu mengingat adat dan budaya asalnya. Budaya merupakan pedoman hidup yang penting.
Pendekatan khas dan narasi hidup yang dibawakan Yayasan Pasere membuktikan bahwa pendampingan tidak sekadar menemani, melainkan juga membimbing.
Pasere menjadi penghubung antara masa lalu dan masa depan, antara tempat dan makna. Di saat sejarah kerap dipandang sebagai sesuatu yang usang, Pasere menunjukkan bahwa budaya tetap dapat hidup, asalkan ada yang bersedia menjaganya.
“Harapanku mari kita saling menjaga, sipakatau, sipakainge nenniae topa sipakalebbi,” harap Riady dalam bahasa Bugis yang berarti saling memanusiakan, saling mengingatkan, dan kita ada untuk saling menghargai.
Dalam kesempatan yang sama Yuliana Dewi Amriana selaku pembina UKM SENRITA STAI Al-Gazali Soppeng menngungkapkan apresiasi setinggi-tingginya terhadap wisata budaya ini.
“Saya sangat bersyukur kegiatan ini dapat dilaksanakan. Bukan hanya sebagai bentuk kolaborasi melainkan sebagai wujud rasa cinta terhadap warisan dan budaya yang ada di bumi Latemmamala.” Ungkap, Yuliana






















Discussion about this post