BERITAPERS || Soppeng, Kamis, 4 Desember 2025 –
Hari Selasa tanggal 9 Desember 2025 kembali menjadi momentum penting bagi dunia, termasuk Indonesia, dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA). Peringatan ini menjadi pengingat bahwa praktik korupsi masih menjadi tantangan serius yang mengancam pembangunan, keadilan sosial, serta kesejahteraan masyarakat.
Di Kabupaten Soppeng, LSM Lidik Pro Rakyat Nusantara turut menyuarakan komitmen untuk memperkuat gerakan antikorupsi. Ketua LSM Lidik Pro Kabupaten Soppeng, Suheri Sulle, menegaskan bahwa HAKORDIA bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mendorong aksi nyata dan kesadaran publik dalam melawan korupsi di semua lini.
“Harkordia bukan hanya seremoni. Kita harus bersatu, melakukan pengawasan, dan berani mengungkap jika ada dugaan korupsi. Karena korupsi telah menghambat pembangunan dan merugikan rakyat,” tegasnya.
Dengan mengangkat tema nasional “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, Suheri menilai esensi peringatan ini adalah memperkuat kolaborasi. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum seperti KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan, namun juga melibatkan seluruh elemen warga negara.
Suheri menyebut bahwa organisasi masyarakat sipil, media, aktivis, akademisi, hingga komunitas berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam memantau penggunaan anggaran, kebijakan pemerintah, serta jalannya pembangunan.
“Semakin banyak masyarakat berani bersuara, semakin sedikit ruang bagi koruptor untuk beraksi,” lanjutnya.
LSM Lidik Pro Kabupaten Soppeng menegaskan kesiapan mendukung pemerintah daerah serta aparat penegak hukum dalam memperkuat prinsip pemerintahan yang bersih (good governance), transparan, dan akuntabel. Ia berharap semakin banyak warga memahami bahwa korupsi bukan persoalan pejabat saja, tetapi persoalan bangsa yang berdampak langsung pada kualitas layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Di akhir pernyataannya, Suheri mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng untuk menjadikan HAKORDIA sebagai refleksi dan langkah awal untuk meningkatkan kesadaran serta keberanian dalam menolak segala bentuk penyimpangan.
“Mari bersama memperingati Hari Antikorupsi Sedunia dengan meningkatkan komitmen, integritas, dan tindakan nyata dalam melawan korupsi di lingkungan kita masing-masing,” tutupnya. (Mlp)










