Pare-Pare- , Selasa 28 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pencegahan Stunting Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Posko Kelurahan Ujung Bulu kembali melaksanakan salah satu program kerja individu bertajuk “Happy Mealtime dan NutriKid” sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan gizi buruk dan stunting pada anak.
Program ini dilaksanakan dengan metode door to door, yaitu memberikan pendampingan dan konseling secara langsung kepada orang tua yang memiliki anak terindikasi mengalami gizi buruk. Sasaran program ditentukan berdasarkan data yang telah dihimpun dari tujuh posyandu di Kelurahan Ujung Bulu sehingga pendampingan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan pola makan sehat, serta kebiasaan makan yang baik bagi anak. Selain itu, orang tua juga diberikan pemahaman mengenai cara menciptakan suasana makan yang menyenangkan agar anak lebih mudah menerima makanan bergizi sesuai kebutuhan usianya.
Sebagai bentuk pendampingan yang terukur, setiap orang tua turut diberikan Kartu Kontrol Gizi yang berfungsi sebagai media pencatatan dan pemantauan pola makan anak sehari-hari. Melalui kartu tersebut, orang tua dapat mencatat jenis makanan yang dikonsumsi, frekuensi makan, serta perkembangan kebiasaan makan anak. Data yang tercatat kemudian menjadi acuan bagi mahasiswa KKN saat melakukan kunjungan lanjutan untuk mengevaluasi perkembangan setiap anak dan memberikan rekomendasi yang sesuai.
Salah satu penanggung jawab program, Felicia Adeline Bakhtiar, menjelaskan bahwa pendekatan secara langsung kepada setiap keluarga dipilih agar edukasi yang diberikan lebih efektif dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.
“Melalui program Happy Mealtime dan NutriKid, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun pendampingan yang berkelanjutan kepada keluarga. Harapannya, orang tua mampu menerapkan pola makan sehat di rumah sehingga status gizi anak dapat terus membaik dan risiko stunting dapat dicegah sejak dini,” ujar Felicia Adeline Bakhtiar.
Sementara itu, salah satu penanggung jawab kegiatan lainnya, Arifah Nurul Hasanah menuturkan bahwa keberhasilan penanganan gizi anak tidak hanya bergantung pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga pada konsistensi orang tua dalam menerapkan pola asuh dan kebiasaan makan yang sehat di rumah.
“Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkala, kami berharap orang tua semakin percaya diri dalam menerapkan pola makan sehat kepada anak. Pemberian Kartu Kontrol Gizi juga diharapkan dapat membantu orang tua memantau kebiasaan makan anak setiap hari, sehingga perubahan yang terjadi dapat dievaluasi secara berkelanjutan. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak serta menjadi langkah nyata dalam mencegah stunting sejak dini,” ungkap Arifah Nurul Hasanah.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, mahasiswa KKN akan melaksanakan kunjungan tindak lanjut (follow-up) secara berkala setiap tiga hari sekali ke rumah-rumah sasaran. Pada setiap kunjungan, tim akan mengevaluasi Kartu Kontrol Gizi, memantau perkembangan status gizi anak, serta memberikan pendampingan lanjutan apabila masih ditemukan kendala dalam pemenuhan gizi maupun penerapan pola makan sehat di lingkungan keluarga.
Melalui program ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Dengan adanya pendampingan yang berkesinambungan serta penggunaan Kartu Kontrol Gizi sebagai instrumen pemantauan, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka gizi buruk serta pencegahan stunting di Kelurahan Ujung Bulu.





















Discussion about this post