BERITAPERS || MAROS — Malam semakin larut di Dusun Tombolo, Desa Toddolimae, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Namun, pencarian terhadap D (15), remaja yang dilaporkan tenggelam di sebuah kolam mata air, belum juga berakhir.
Memasuki malam kedua, Jumat (25/9/2026), sorotan lampu pencarian masih menerangi kawasan kolam. Tim gabungan terus menyisir lokasi, sementara keluarga dan warga bertahan dengan harapan korban segera ditemukan.
Di tengah suasana pencarian yang penuh keprihatinan itu, suara ganrang pui-pui turut terdengar dari sekitar lokasi. Prosesi tradisional tersebut dilakukan warga sebagai bagian dari ikhtiar masyarakat setempat setelah salah seorang keluarga korban mengalami kesurupan.
Kapolsek Tompobulu IPTU Jumaruddin, S.Sos., mengatakan pencarian terhadap korban masih terus dilakukan bersama sejumlah unsur.
“Ini hari kedua proses pencarian korban tenggelam di sini, Tombolo,” ujar Jumaruddin, Jumat malam.
Ia menjelaskan, operasi pencarian melibatkan Basarnas gabungan Maros dan Makassar, Damkar Kabupaten Maros, unsur perguruan tinggi, Pramuka, hingga komunitas relawan.
“Kita bersama-sama Basarnas gabungan Maros dan Makassar, Damkar Maros, Unhas, UMI, UNM, Pramuka dan komunitas relawan,” jelasnya.
Ganrang Pui-Pui Hadir di Tengah Pencarian
Berbeda dengan malam sebelumnya, suasana di sekitar lokasi pencarian pada Jumat malam diwarnai prosesi ganrang pui-pui.
Menurut Jumaruddin, prosesi tersebut dilakukan setelah salah seorang keluarga korban mengalami kesurupan. Dalam kondisi tersebut, muncul suara yang kemudian diyakini keluarga dan warga sebagai petunjuk untuk mengikuti prosesi tertentu.
“Ganrang pui-pui didatangkan setelah salah satu keluarga korban mengalami kesurupan. Saat kesurupan ada sosok suara, kemudian diyakini warga harus diikuti,” ungkapnya.
Prosesi tersebut berlangsung bersamaan dengan upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan. Di satu sisi, warga menjalankan tradisi yang diyakini sebagai bagian dari ikhtiar; di sisi lain, petugas tetap melakukan pencarian berdasarkan metode dan prosedur operasi di lapangan.
Keluarga korban pun masih menunggu dengan harapan yang sama—D dapat segera ditemukan.
Personel Polsek Tompobulu juga masih berada di lokasi untuk membantu pengamanan serta mendukung proses pencarian bersama unsur lainnya.
Tenggelam Saat Mencari Ikan
D dilaporkan tenggelam pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Saat kejadian, remaja tersebut dilaporkan sedang mencari ikan di sebuah kolam mata air di Dusun Tombolo.
Setelah kejadian, pencarian langsung dilakukan dengan melibatkan warga dan sejumlah unsur terkait.
Operasi kemudian diperluas dengan melibatkan Basarnas gabungan Maros dan Makassar, Damkar Maros, unsur perguruan tinggi seperti Unhas, UMI dan UNM, Pramuka, serta komunitas relawan.
Namun hingga Jumat (25/9/2026) malam, korban belum berhasil ditemukan.
Malam terus berjalan. Lampu-lampu pencarian masih menyala di sekitar kolam, keluarga tetap menanti, dan tim gabungan masih berupaya menemukan keberadaan D.
Di tengah suara ganrang pui-pui dan aktivitas pencarian yang terus berlangsung, harapan keluarga untuk membawa D kembali masih tetap menyala. (Syamsir)










