BERITAPERS || Di saat kubah langit Ponorogo menyaksikan puncak peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) melangkahkan kaki ke tanah pendidikan Islam paling bersejarah di Indonesia.
Dipimpin oleh Dr. Ahed Ahmad Abu Al-Ata, rombongan YPSP disambut hangat oleh K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, pimpinan Pondok Gontor, serta jajaran rektorat dan akademisi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Momen ini menjadi titik temu peradaban antara Palestina dan Indonesia dalam bingkai pendidikan dan kebudayaan.
Kunjungan tersebut tidak sekadar seremonial, melainkan membawa misi strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas negara di bidang akademik, riset, dan pertukaran keilmuan. Dalam pertemuan yang sarat makna, Dr. Ahed menyampaikan paparan mendalam tentang pahitnya realitas pendidikan di Palestina, khususnya di Gaza, di tengah tekanan dan keterbatasan yang kian hari kian berat. Namun di balik itu, beliau menyulut semangat bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh yang tak bisa dibungkam oleh siapa pun.
Puncak dari kunjungan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara YPSP dan UNIDA Gontor, sebuah komitmen awal untuk menjalin program bersama, pertukaran pengalaman, serta riset kolaboratif yang diharapkan mampu menjembatani dunia akademik Indonesia dan Palestina.
Tidak hanya berhenti di ruang rapat, Dr. Ahed juga berdiri di hadapan para mahasiswa pascasarjana, menyampaikan kuliah umum yang menggugah tentang pentingnya solidaritas intelektual dan peran dunia kampus dalam membela isu kemanusiaan.
Rangkaian peringatan 100 tahun Gontor turut dihadiri oleh rombongan YPSP, menyatu dengan ribuan alumni, santri, dosen, serta tokoh pendidikan dari berbagai penjuru. Dalam suasana penuh khidmat dan kebanggaan itu, Dr. Ahed menyampaikan rasa kagumnya terhadap peran besar Gontor yang selama seabad telah melahirkan generasi ulama dan pemimpin.
Beliau berharap langkah kecil ini menjadi pintu bagi kerja sama yang lebih luas, mengikat persaudaraan sejati antara Indonesia dan Palestina melalui pendidikan, karena di sanalah masa depan sebuah bangsa dibangun.






















Discussion about this post