BeritaPers – Makassar. Meskipun cuaca di Makassar beberapa hari belakangan ini seringkali diwarnai guyuran hujan deras, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat dan antusiasme puluhan anggota baru Ikatan Pelajar Mahasiswa Sabah (IPMAS) angkatan 2025. Malam penuh kehangatan dan keakraban akhirnya menyelimuti Global Kopi, Permata Hijau Permai, Jl. Hertasning Timur No. 6. Tepat pukul 19.00 WITA hingga selesai, lokasi ini menjadi saksi sesi Sharing Session yang diberi nama “Ngobrol Asyik,” inisiasi langsung dari Pembina IPMAS, Bapak Muh Anwar HM.
Pertemuan ini bertujuan ganda: menjalin silaturahmi yang hangat antara Pembina dengan anggota organisasi, serta menjadi ajang perkenalan resmi, khususnya bagi para mahasiswa baru 2025. Kehadiran para anggota baru, meski diterpa tantangan cuaca, membuktikan betapa besarnya kerinduan dan kebutuhan mereka akan sosok Pembina yang selama ini telah menjadi penggerak perjuangan pendidikan mereka.
IPMAS adalah sebuah organisasi resmi yang memiliki Akta Pendirian, menghimpun pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menamatkan pendidikan di Sabah, Malaysia. Anggotanya memiliki latar belakang yang unik, di mana orang tua mereka berprofesi sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI). IPMAS hadir sebagai rumah kedua, memastikan bahwa pengorbanan orang tua mereka berbuah manis melalui kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di tanah air.
Inisiasi pertemuan “Ngobrol Asyik” ini murni datang dari Bapak Muh Anwar HM. Berbekal pengalaman tugasnya di Sabah, beliau menyadari betul pentingnya dukungan berkelanjutan bagi pelajar yang baru melanjutkan studi di Sulawesi Selatan. Beliau berharap momentum ini dapat mempererat ikatan emosional dan kekeluargaan yang sudah terjalin, sekaligus mempersiapkan mental anggota baru menghadapi dunia perkuliahan.
Anggota baru IPMAS 2025 kini tersebar di berbagai kampus unggulan di Sulawesi Selatan, termasuk Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Bosowa (UNIBOS), Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), dan institusi pendidikan tinggi lainnya. Pertemuan di Global Kopi ini menjadi titik awal pengenalan mereka terhadap ekosistem organisasi dan kehidupan perantauan di kota Daeng.
Dalam sesi yang santai namun penuh makna tersebut, Bapak Muh Anwar HM memberikan wejangan berharga. Beliau menekankan pentingnya menjaga semangat dan fokus studi, mengingat pengorbanan besar orang tua mereka. “Kalian adalah generasi yang kuat, yang membawa dua budaya. Gunakan kesempatan ini untuk sukses dan jangan pernah lupakan dukungan kita di IPMAS,” pesan beliau.
Kehadiran Bapak Muh Anwar HM selaku pembina IPMAS disambut antusias dan rasa hormat yang mendalam. Salah satu anggota baru, menyampaikan kekagumannya. “Bapak Anwar itu sangat kebapakan. Kami merasa punya wali di Makassar,” ujarnya. Senada dengan salah satu anggota menambahkan bahwa “Sosok beliau adalah motivasi besar. Beliau yang memfasilitasi kami agar bisa kuliah di sini, kami terharu dengan kebaikan beliau.” Bahkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa “Beliau adalah hero bagi kami. Tanpa inisiasi beliau dan kerja sama dengan KJRI, mungkin banyak dari kami tidak bisa melanjutkan pendidikan tinggi.”
Bapak Pembina juga mengisahkan kembali sejarah berdirinya IPMAS, yang merupakan hasil kolaborasi dan inisiasi beliau bersama pihak Konsulat Jenderal R.I. di Sabah dan Tawau. Kolaborasi ini berperan vital dalam memfasilitasi pelajar yang telah menamatkan pendidikan lanjutan di Malaysia untuk melanjutkan studi di Indonesia, menunjukkan komitmen negara terhadap pendidikan anak-anak PMI.
Setiap anggota baru diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri, berbagi sekilas perjalanan mereka dari Sabah hingga Makassar, dan menyampaikan harapan mereka. Sesi interaktif ini berjalan cair, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang instan dan menghilangkan kesenjangan, sesuai dengan semangat organisasi yang ingin menciptakan lingkungan yang suportif.
Keberadaan IPMAS di Makassar berfungsi sebagai ‘kompas’ dan sistem pendukung bagi para pelajar ini. Selain sebagai wadah silaturahmi, organisasi ini berperan penting dalam membantu adaptasi budaya, memberikan informasi akademik, serta menjadi penghubung jika terdapat kesulitan, memastikan bahwa mereka tidak berjuang sendirian di tanah rantau.
Dengan arahan dan dukungan dari Bapak Pembina, Bapak Muh Anwar HM, mahasiswa baru IPMAS kini memiliki bekal moral dan organisasi yang kuat. Mereka siap menghadapi tantangan perkuliahan dan diproyeksikan menjadi generasi yang sukses, membawa pengalaman unik mereka dari Sabah untuk kembali berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.






















Discussion about this post