Makassar- Operasi Search and Rescue (SAR) terhadap korban kecelakaan kapal KM Nurul Salsa di perairan Selayar resmi dihentikan pada Jumat (24/7/2026), setelah berlangsung selama 10 hari.
Keputusan penghentian operasi diambil berdasarkan hasil evaluasi dan kesepakatan bersama Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah, serta perwakilan keluarga korban dalam kegiatan debriefing yang digelar di Posko SAR Gabungan.
Hingga hari terakhir pelaksanaan operasi, tim tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun petunjuk baru yang dapat ditindaklanjuti.
Pada hari ke-10 operasi, Tim SAR Gabungan membagi area pencarian ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 yang menggunakan KN SAR Kamajaya bersama Rigid Inflatable Boat (RIB) melakukan penyisiran di wilayah barat Kepulauan Sabalana serta pulau-pulau tak berpenghuni sesuai dengan peta pencarian (search map).
Sementara itu, SRU 2 yang terdiri dari kapal Badan Pemerintah Desa Sabalana dan kapal-kapal nelayan melakukan pencarian di wilayah timur Kepulauan Sabalana.
Di hari yang sama, KN SAR Pacitan milik Basarnas kembali tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar dengan membawa satu korban meninggal dunia.
Selanjutnya, jenazah tersebut diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani proses identifikasi.
Berdasarkan hasil validasi bersama Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan KSOP, jumlah penumpang atau Persons on Board (POB) KM Nurul Salsa ditetapkan sebanyak 76 orang.
Dari total tersebut, sebanyak 58 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, empat orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 14 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa penghentian operasi dilakukan setelah seluruh upaya pencarian dilaksanakan secara maksimal sesuai prosedur yang berlaku dan berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat.
“Operasi SAR resmi kami tutup setelah memasuki hari ke-10 karena seluruh area pencarian telah disisir secara optimal sesuai rencana operasi dan tidak lagi ditemukan indikasi keberadaan korban. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah, dan perwakilan keluarga korban,” ujar Sultan.
Ia menambahkan, meskipun operasi SAR telah resmi ditutup, Basarnas tetap membuka ruang koordinasi apabila di kemudian hari terdapat informasi baru mengenai keberadaan korban yang hingga kini masih belum ditemukan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang hingga saat ini anggota keluarganya belum ditemukan. Apabila di kemudian hari ada informasi ataupun penemuan yang berkaitan dengan korban, Basarnas siap melakukan tindak lanjut sesuai prosedur yang berlaku,” tambahnya.
Kantor Basarnas Makassar juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah terlibat dalam operasi pencarian.
Ucapan terima kasih diberikan kepada Basarnas Kendari, Basarnas Maumere, Basarnas Mataram, TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, para relawan, nelayan, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi dan bekerja sama selama pelaksanaan operasi.
Dengan berakhirnya Operasi SAR KM Nurul Salsa, seluruh personel beserta alat utama (alut) yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing untuk kembali bersiaga dalam menghadapi berbagai potensi kondisi kedaruratan di wilayah tugasnya.
(Irsan).






















Discussion about this post