• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

Pasca-Lebaran: Saat Timbangan Naik dan Iman Turun Secara Berjamaah

Penulis : Muh Anwar. HM

Muh. Anwar by Muh. Anwar
24 Maret 2026
in Berita Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Pasca-Lebaran: Saat Timbangan Naik dan Iman Turun Secara Berjamaah
75
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BeritaPers. Opini || Sejujurnya, saya selalu merasa kasihan pada bulan Syawal. Dia datang dengan beban ekspektasi yang berat, seolah-olah harus menjadi panggung pembuktian apakah sebulan penuh kita menahan lapar itu membuahkan hasil atau hanya sekadar pindah jam makan.

Begitu takbir bergema, seolah ada tombol reset massal yang ditekan. Masjid yang tadinya sesak sampai ke teras, tiba-tiba kembali lega, bahkan saking leganya, suara kipas angin pun terdengar lebih merdu daripada suara jamaahnya.

Fenomena hilangnya jamaah ini sebenarnya lucu kalau dipikirkan secara mendalam. Kita seolah sedang melakukan ghosting massal kepada Tuhan. Selama Ramadhan, kita rajin sekali mengetuk pintu langit dengan doa dan tadarus, tapi begitu Idul Fitri tiba, kita malah asyik mengetuk pintu tetangga demi sepiring buras, ketupat,  dan rendang. Seolah-olah hubungan kita dengan Yang Maha Kuasa punya kontrak kerja yang berakhir tepat di tanggal satu Syawal.

Bicara soal makanan, transisi dari Ramadhan ke Syawal adalah fase paling berbahaya bagi usus dan harga diri. Selama sebulan kita diajari mengendalikan nafsu, tapi di hari raya, nafsu itu meledak seperti kembang api. Kita menyebutnya merayakan kemenangan, padahal sebenarnya itu adalah balas dendam terstruktur. Ketupat, rendang, sambal goreng ati, hingga nastar yang tadinya tenang di dalam toples, mendadak hilang dalam sekejap mata.

Di sinilah letak sisi menggelitiknya: kita seringkali lebih takut pada timbangan digital daripada sisa-sisa dosa yang belum terhapus. Kita panik melihat angka timbangan yang bergeser ke kanan, tapi santai saja melihat kualitas ibadah yang bergeser ke kiri. Padahal, makna kembali fitrah bukan berarti kembali ke setelan pabrik yang malas beribadah, melainkan mempertahankan ritme disiplin yang sudah susah payah dibangun.

Muh Anwar. HM
Muh Anwar. HM

Ramadhan sebenarnya adalah laboratorium karakter. Namun sayangnya, banyak dari kita yang menjadi peneliti yang buruk. Kita hanya melakukan eksperimen menahan lapar, tanpa benar-benar mencatat hasilnya ke dalam perilaku sehari-hari. Begitu keluar laboratorium, kita lupa semua prosedurnya. Marah-marah di jalanan kembali jadi hobi, dan membicarakan tetangga kembali jadi menu pembuka yang lebih sedap dari es buah.

Lucunya lagi, kita sering menganggap setan adalah kambing hitam tunggal. Selama Ramadhan, mereka dirantai, dan kita merasa sangat suci. Begitu Syawal tiba dan masa tahanan mereka habis, kita langsung menyalahkan mereka atas kemalasan kita. Padahal, bisa jadi setannya malah bingung melihat tingkah kita yang lebih setan daripada mereka saat menyantap hidangan Lebaran tanpa henti.

Ada sebuah paradoks dalam cara kita berpakaian. Di akhir Ramadhan, kita sibuk mencari baju baru untuk membungkus raga yang katanya sudah suci. Padahal, inti dari Idul Fitri adalah jiwa baru, bukan sekadar kain yang dibeli dengan uang THR yang sisa sedikit. Kita terlalu fokus pada bungkus, sampai lupa bahwa isi di dalamnya masih seringkali “stok lama” yang penuh debu dengki dan sombong.

Maka, pasca-Ramadhan sebenarnya adalah ujian yang sesungguhnya. Ramadhan itu hanya sesi latihan atau training camp. Atlet yang hebat tidak hanya hebat saat latihan, tapi justru saat pertandingan dimulai. Nah, pertandingan kita yang sebenarnya adalah sebelas bulan ke depan. Apakah kita tetap bisa menjaga lisan saat tidak sedang haus, atau kita kembali menjadi mesin penghujat yang handal di media sosial?

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

19 Agustus 2026

Lebaran adalah momen di mana semua orang mendadak jadi pemaaf. Ini bagus, tapi juga agak aneh. Kenapa kita harus menunggu setahun sekali untuk tidak saling membenci? Kenapa maaf harus dipaketkan dengan buras, ketupat,  dan rendang? Seolah-olah kalau tidak ada makanan enak, pintu maaf masih terkunci rapat. Syawal seharusnya menjadi momentum untuk membiarkan pintu maaf itu tetap terbuka sepanjang musim, bukan hanya saat ada kue kaleng di meja.

Satu hal yang pasti, keberhasilan Ramadhan seseorang tidak bisa dilihat dari seberapa putih baju kokonya saat Lebaran. Keberhasilan itu terlihat dari seberapa manusiawi dia memperlakukan sesama setelah Ramadhan pergi. Jika setelah puasa kita masih hobi memotong antrean atau malas berbagi, mungkin selama sebulan kemarin kita hanya melakukan diet ketat yang dibumbui dengan sedikit ritual keagamaan.

Mari kita jujur pada diri sendiri. Menjadi baik itu memang melelahkan, tapi menjadi buruk itu jauh lebih menguras energi dalam jangka panjang. Ramadhan kemarin memberi kita peta jalan untuk menjadi versi terbaik diri sendiri. Sayangnya, banyak dari kita yang lebih memilih melipat peta itu dan menyimpannya di laci, lalu kembali berjalan tanpa arah sambil menunggu Ramadhan tahun depan datang menyelamatkan kita lagi.

Selamat menjadi alumni Ramadhan yang jujur. Tidak perlu berpura-pura suci kalau memang masih suka khilaf, yang penting ada usaha untuk tidak kembali ke titik nol. Mari kita jadikan Syawal ini sebagai ajang untuk perlahan-lahan belajar bahwa berbuat baik itu tidak perlu menunggu bulan suci, karena Tuhan tidak pernah mengambil cuti untuk mengawasi apa yang kita perbuat.

Post Views: 316
Tags: Berita OpiniBerita PersCoach AnwarFTK UINAMITMT IndonesiaPPs S3 Unismuh MakassarProdi Manajemen STIMI YAPMI MakassarProdi MPI FTK UINAMSTIMI YAPMI Makassar
Muh. Anwar

Muh. Anwar

Dr. Muh. Anwar HM, S.Ag., M.Pd adalah seorang dosen & praktisi pendidikan, CEO ITMT Indonesia, Ketua Program Studi Manajemen di STIMI YAPMI Makassar, beliau seorang penulis, public speaker, hypnoterapist & trainer hypnoteaching, telah melakukan berbagai penelitian di bidang Hipnoteaching dan telah mempublikasikan hasilnya di jurnal nasional dan internasional. Dengan dedikasi dan kontribusinya, Muh. Anwar HM menjadi salah satu dosen yang berpengaruh di UIN Alauddin Samata dengan spesialisasi  di bidang Manajemen Pendidikan,  hypnoteaching, hypnoteraphy dan public speaking yang diakui secara nasional. Beliau terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
3 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
6 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

1 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

1 minggu ago
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

1 bulan ago
Load More

Related News

Pelayanan Pencairan KIP di BRI Bili-Bili Dikeluhkan, Pendampingan Siswa Terkendala

Pelayanan Pencairan KIP di BRI Bili-Bili Dikeluhkan, Pendampingan Siswa Terkendala

29 Desember 2025
PLP 1 FTK UIN Alauddin Makassar 2025: Membuka Jalan Menuju Pendidikan yang Berkualitas

PLP 1 FTK UIN Alauddin Makassar 2025: Membuka Jalan Menuju Pendidikan yang Berkualitas

19 Februari 2025
Rumah Panggung di Lanrisang Hangus Terbakar Akibat Obat Nyamuk Bakar

Rumah Panggung di Lanrisang Hangus Terbakar Akibat Obat Nyamuk Bakar

29 Juli 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?