BERITAPERS || Lanrisang, Pinrang, – Rabu, 20 Agustus 2025 ba’da Maghrib, suasana Pesantren Darul Qur’an At-Taqwa Jampue dipenuhi semangat para santri yang dengan khidmat mengikuti kajian kitab Tafsir Jalalain. Kitab klasik ini menjadi salah satu rujukan utama dalam memperdalam pemahaman Al-Qur’an di berbagai pesantren, termasuk di Jampue.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Umar, S, T.h,i, penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Lanrisang, hadir secara khusus untuk memberikan kajian dengan topik penting seputar takdir dalam ajaran Islam. Beliau menekankan bahwa pemahaman yang benar terhadap konsep takdir tidak hanya menguatkan aqidah, tetapi juga melahirkan sikap tawakal, sabar, serta tidak mudah berputus asa dalam menghadapi ujian kehidupan.
“Seorang muslim yang memahami takdir dengan baik akan mampu menjaga hatinya dari rasa sombong saat memperoleh nikmat, dan tetap tabah ketika menghadapi musibah. Inilah buah dari iman kepada takdir,” jelas Ustadz Umar di hadapan para santri.
Kajian berlangsung dengan interaktif, para santri diberi kesempatan untuk bertanya dan mendiskusikan hal-hal yang selama ini menjadi kegelisahan mereka. Suasana penuh kekhusyukan semakin terasa karena pembahasan yang disampaikan tidak hanya berdasarkan teori kitab, tetapi juga dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala KUA Kecamatan Lanrisang, Muhammad Farid, SAg,.M.A, dalam keterangannya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, hadirnya penyuluh agama di tengah-tengah pesantren menjadi bentuk nyata sinergi KUA dengan lembaga pendidikan Islam.
“Kami di KUA Lanrisang berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan yang memperkuat pemahaman santri terhadap Al-Qur’an dan aqidah Islam. Kajian Tafsir Jalalain seperti ini sangat penting agar generasi kita tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga kokoh dalam iman. Harapannya, santri bisa menjadi teladan akhlak mulia dan berkontribusi positif di masyarakat,” ujarnya.
Pimpinan Pesantren Darul Qur’an At-Taqwa Jampue pun menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan KUA Lanrisang dan berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin.
Kajian ini membuktikan bahwa kehadiran penyuluh agama KUA bukan hanya sebatas di kantor, melainkan juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang menyejukkan, moderat, dan membangun. (MLP)






















Discussion about this post