BERITAPERS || AMASSANGAN, PINRANG – Pimpinan Wilayah Perum BULOG Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Fahrurozi, S.P., M.Sc., bersama rombongan melakukan monitoring dan evaluasi penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) di Desa Amassangan, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan bantuan pangan yang bersumber dari program nasional dapat tersalurkan secara tepat sasaran, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima.
Monitoring lapangan tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari pemerintah desa, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Lanrisang Andi Irwan Hanafi, petugas penyalur bantuan, hingga unsur pendamping yang selama ini turut mengawal proses distribusi bantuan kepada masyarakat. Kehadiran tim dari BULOG Sulselbar mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan warga yang hadir di lokasi penyaluran.
Dalam kegiatan tersebut, tim monitoring melakukan pengecekan secara langsung terhadap proses distribusi bantuan, mulai dari verifikasi data penerima manfaat, pencocokan identitas penerima, hingga memastikan jumlah bantuan yang diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, tim juga melakukan dialog dengan masyarakat penerima manfaat guna memperoleh informasi secara langsung terkait pelaksanaan program bantuan pangan di lapangan.
Pimpinan Wilayah Perum BULOG Sulselbar, Fahrurozi, mengatakan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian penting dalam rangka menjaga kualitas pelaksanaan program bantuan pangan pemerintah. Menurutnya, pengawasan secara langsung di lapangan menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak serta menghindari potensi kendala dalam proses penyaluran.
“Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan bantuan pangan sampai kepada masyarakat yang berhak menerima. Kami ingin melihat langsung proses penyaluran, memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur, serta mendengar masukan dari masyarakat agar program ini dapat berjalan lebih baik dan tepat sasaran,” ujar Fahrurozi.
Ia menjelaskan bahwa program bantuan pangan merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya bagi keluarga penerima manfaat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Oleh karena itu, proses distribusi harus dilaksanakan secara tertib, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, Fahrurozi menegaskan bahwa BULOG sebagai lembaga yang diberi amanah dalam penyediaan dan distribusi pangan pemerintah memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui pengawasan berkala yang dilakukan di berbagai daerah penerima bantuan.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak hanya bantuan tersedia, tetapi juga benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dalam kondisi baik dan jumlah yang sesuai. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Amassangan, Hasan Basri, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pengawasan yang dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Perum BULOG Sulselbar. Menurutnya, kegiatan monitoring tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program bantuan sosial sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan monitoring yang dilakukan oleh pihak BULOG Sulselbar. Kehadiran tim monitoring menjadi bentuk pengawasan sekaligus motivasi bagi kami di tingkat desa untuk terus menjaga ketertiban dan transparansi dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat,” ungkap Hasan Basri.
Ia menambahkan bahwa pemerintah desa selalu berupaya memastikan proses penyaluran bantuan berjalan sesuai aturan dan berdasarkan data yang telah ditetapkan. Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan agar pelaksanaan program dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Proses penyaluran bantuan pangan yang berlangsung di Kantor Desa Amassangan berjalan dengan tertib dan lancar. Warga penerima manfaat hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan dan mengikuti proses verifikasi data sebelum menerima bantuan. Petugas penyalur secara cermat melakukan pemeriksaan identitas guna memastikan bantuan diterima oleh pihak yang berhak.
Di sela-sela kegiatan monitoring, tim BULOG Sulselbar juga menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah warga penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan pemerintah karena dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Salah seorang warga penerima manfaat mengaku bantuan pangan yang diterimanya sangat membantu meringankan pengeluaran keluarga, terutama dalam kondisi ekonomi yang masih menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola kebutuhan pokok.
Program Bantuan Pangan sendiri merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga penerima manfaat, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga daya beli masyarakat.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala, pemerintah berharap pelaksanaan program bantuan pangan dapat terus mengalami perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan. Hasil monitoring di lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan setiap tahapan distribusi berjalan sesuai ketentuan serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal.
Dengan terjalinnya sinergi yang baik antara BULOG, pemerintah daerah, pemerintah desa, TKSK, pendamping sosial, serta masyarakat, penyaluran Bantuan Pangan di Desa Amassangan diharapkan dapat menjadi contoh pelaksanaan program bantuan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi tersebut menjadi kunci penting dalam memastikan bantuan pemerintah benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan di Kabupaten Pinrang, khususnya di Kecamatan Lanrisang. (MLP)










