BERITAPERS || Makassar — Aroma keseriusan langsung terasa ketika para pengurus dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan memasuki ruangan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Ruang pertemuan itu tidak hanya dipenuhi meja dan materi presentasi, tetapi juga ambisi-ambisi untuk mengeksekusi agenda besar yang telah dititipkan Rakernas kepada setiap wilayah. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Four Points Makassar, Minggu (23/11/2025)
Di forum strategis itu, satu pesan utama bergema kuat: PKS Sulsel harus bersiap menghadapi babak politik baru.
Rakerwil ini menjadi momen pemantapan program dan penyelarasan langkah antarpengurus. Para pimpinan wilayah menegaskan bahwa agenda kerja tidak boleh berhenti pada tataran administrasi belaka. Harus ada gerak nyata yang berakar pada kebutuhan masyarakat.
“Rakerwil ini adalah menurunkan amanat yang sudah ditetapkan di Rakernas. Kita sudah membuat, menyusun program kerja, dan tentu kita meminta seluruh bidang bekerja sesuai arahnya,” ungkap salah satu pimpinan PKS Sulsel saat membuka forum tersebut.
Di balik diskusi yang terlihat formal, sebenarnya tengah terjadi proses penyelarasan arah perjuangan partai. Para pengurus wilayah menekankan bahwa konsolidasi tidak boleh berhenti di tingkat DPW. Justru yang paling menentukan adalah pergerakan struktur di bawah: dari DPD, DPC, hingga ranting.
PKS Sulsel ingin memastikan bahwa setiap bidang bergerak pada rel yang sama mulai dari bidang kaderisasi, pelayanan masyarakat, komunikasi publik, hingga politik dan hukum.
“Kita ingin memastikan seluruh bidang bergerak dalam arah yang sama, selaras dengan target kerja dan kebutuhan masyarakat,” ujar Sekretaris Umum DPW PKS Sulsel, seperti yang juga disampaikan dalam rapat rutin sebelumnya.
Meski belum disampaikan secara terbuka, arah pembahasan di Rakerwil memberi sinyal kuat bahwa PKS Sulsel sudah mulai menghitung arah angin menuju Pemilu 2029. Catatan evaluasi Pemilu 2024 dibahas kembali, kebutuhan kaderisasi dipetakan, dan target perolehan kursi mulai digeser ke angka yang lebih ambisius.
Kader-kader yang hadir memahami bahwa tahun-tahun ke depan bukan sekadar masa pemanasan, tetapi masa penentuan. Infrastruktur partai harus disolidkan sejak dini, dan pelayanan masyarakat harus ditingkatkan agar jejak partai terasa lebih nyata.
(Rafi)






















Discussion about this post