BERITAPERS || SOPPENG RIAJA, BARRU – Kepedulian terhadap masyarakat yang belum memiliki pekerjaan ditunjukkan Kapolsek Soppeng Riaja, Iptu Mansyur, J.S.H., bersama personelnya melalui kegiatan Polisi Peduli Pengangguran yang berlangsung di Kantor Pasar Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Kamis (22/10/2026), sekitar pukul 09.10 WITA.
Kegiatan ini menjadi wujud pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya para pemuda dan warga yang belum mendapatkan pekerjaan. Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berupaya menumbuhkan semangat, membuka ruang komunikasi, serta mendorong masyarakat agar tetap produktif di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Dalam kegiatan itu, Kapolsek Soppeng Riaja bersama personel memberikan motivasi kepada warga agar tidak menyerah menghadapi kesulitan dalam mencari pekerjaan. Mereka juga membuka ruang diskusi untuk mendengarkan aspirasi, memahami kendala yang dihadapi, serta mendorong warga menemukan peluang usaha yang dapat dikembangkan sesuai kemampuan dan potensi lingkungan.
Kapolsek Iptu Mansyur menekankan bahwa keterbatasan lapangan pekerjaan tidak seharusnya memadamkan semangat masyarakat untuk berusaha dan memperbaiki kehidupan. Menurutnya, dukungan moral, kemauan untuk belajar, serta keberanian memulai usaha merupakan langkah penting dalam membangun kemandirian ekonomi.
“Kami ingin hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar tetap semangat menjalani kehidupan. Jangan pernah merasa putus asa hanya karena belum memiliki pekerjaan. Selalu ada peluang yang bisa diupayakan selama kita mau berusaha, belajar, dan tidak menyerah,” ujar Iptu Mansyur.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing menjadi kegiatan produktif yang bernilai ekonomi.
Beberapa peluang usaha yang disampaikan antara lain budidaya ikan lele dan nila menggunakan kolam terpal atau keramba, pertanian sayuran dengan sistem hidroponik, peternakan skala kecil, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, usaha tidak harus dimulai dengan modal besar. Dengan perencanaan yang baik, pemanfaatan sumber daya yang tersedia, dan kemauan untuk bekerja keras, masyarakat dapat mulai membangun usaha secara bertahap.
Selain mendorong kemandirian ekonomi, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi mengenai bahaya kriminalitas dan perilaku menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Kapolsek mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh janji mendapatkan uang secara instan melalui perjudian daring atau judi online. Warga juga diajak menjauhi penyalahgunaan narkoba, aksi premanisme, serta berbagai tindakan lain yang bertentangan dengan hukum.
“Kami mengajak para pemuda untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan produktif. Jangan sampai kesulitan ekonomi membuat kita mengambil jalan yang salah, seperti terlibat judi online, narkoba, atau tindakan kriminal. Masa depan harus diperjuangkan dengan cara yang baik dan tidak merugikan orang lain,” tegasnya.
Melalui program Polisi Peduli Pengangguran, Polsek Soppeng Riaja berharap terbangun kesadaran bersama bahwa persoalan pengangguran membutuhkan perhatian dan kepedulian berbagai pihak. Dukungan keluarga, lingkungan masyarakat, serta semangat untuk berwirausaha menjadi bagian penting dalam membuka peluang kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya membangun kepercayaan, menumbuhkan harapan, dan mendorong terciptanya lingkungan yang aman serta kondusif.
Dengan pendekatan yang mengedepankan dialog dan kepedulian, Kapolsek Soppeng Riaja bersama personelnya berharap masyarakat, terutama generasi muda, dapat terus bangkit, mengembangkan potensi diri, dan memilih jalan produktif demi masa depan yang lebih baik. (MLP)









