BERITAPERS || Pinrang — Kamis, 8 Januari 2026. Mengawali tahun 2026, UPT SD Negeri 58 Lanrisang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan program ANYELIR (Asyik dan Menyenangkan Literasi di Hari Rabu), sebuah inovasi sekolah yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca, kemampuan berpikir kritis, serta karakter positif murid sejak usia dini.
Program ANYELIR dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan menjadi bagian integral dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kegiatan ini dikemas secara kreatif dan menyenangkan, sehingga mampu menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan tidak monoton. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan dapat menjadikan literasi sebagai kebutuhan sekaligus kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SDN 58 Lanrisang, Hartina, S.Pd. SD., Gr, menjelaskan bahwa ANYELIR merupakan langkah strategis sekolah dalam menjawab tantangan dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan dasar literasi murid.
“Literasi merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran yang membimbing murud untuk mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah yang ditemukannya sehari-hari. Melalui program ANYELIR, kami ingin menghadirkan kegiatan literasi yang asyik, menyenangkan, dan bermakna, sehingga siswa tidak merasa terpaksa, tetapi justru menikmati setiap proses belajar,” ujar Hartina.
Menurutnya, literasi tidak hanya terbatas pada aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, menganalisis isi bacaan, serta mengungkapkan ide dan gagasan secara runtut dan percaya diri. Oleh karena itu, kegiatan ANYELIR dirancang variatif agar mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa.
Dalam pelaksanaannya, program ANYELIR diisi dengan beragam aktivitas literasi, di antaranya membaca bersama di kelas maupun di luar ruangan, membaca nyaring (read aloud), mendongeng, diskusi ringan tentang isi bacaan, menulis cerita pendek, puisi, hingga menceritakan kembali hasil bacaan di depan teman-teman. Guru berperan sebagai fasilitator dan pendamping yang memberikan motivasi serta bimbingan kepada siswa.
Antusiasme siswa terlihat jelas sejak pelaksanaan perdana ANYELIR di awal tahun 2026. Para siswa tampak aktif, berani mengemukakan pendapat, serta menunjukkan minat yang tinggi terhadap buku bacaan yang disediakan. Suasana belajar pun terasa lebih hidup, komunikatif, dan penuh semangat.
Para tenaga pendidik SDN 58 Lanrisang juga memberikan respons positif terhadap program ini. Mereka menilai ANYELIR mampu menciptakan iklim belajar yang kondusif, mempererat interaksi antara guru dan siswa, serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Hartina menegaskan bahwa program ANYELIR tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa.
“Kami berharap melalui literasi, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berwawasan luas, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta mampu berkomunikasi dengan baik. Inilah bekal penting bagi mereka dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya,” tambahnya.
Dengan konsistensi pelaksanaan program ANYELIR, SDN 58 Lanrisang optimistis dapat melahirkan generasi pembelajar yang gemar membaca, kreatif, kritis, dan berdaya saing. Sekolah berharap program ini dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu praktik baik dalam penguatan literasi sekolah dasar, khususnya di Kabupaten Pinrang. (Mlp)










