BERITAPERS || PINRANG – Semangat membangun budaya maritim, meningkatkan kebugaran jasmani, serta mempererat sinergitas antara masyarakat dan TNI Angkatan Laut kembali diwujudkan melalui kegiatan Renang Gembira (Open Water Swim) yang diselenggarakan oleh Komunitas Parepare Open Water Swim (POWS) pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Kegiatan yang mengusung konsep olahraga perairan terbuka tersebut mengambil rute lintas Teluk Parepare sejauh kurang lebih tiga mil laut, dimulai dari Pantai Senggol, Kota Parepare, dan berakhir di Pantai Nanggala, Pos Angkatan Laut (Posal) Pinrang, Kabupaten Pinrang. Selain menjadi sarana olahraga dan rekreasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan, keamanan, dan kecintaan terhadap dunia maritim.
Sejak pagi hari, puluhan peserta telah memadati kawasan Pantai Senggol untuk mengikuti kegiatan yang menjadi agenda kebersamaan komunitas pecinta renang perairan terbuka tersebut. Sebanyak 50 peserta turut ambil bagian, terdiri dari 44 peserta dewasa dan enam peserta remaja yang telah dipersiapkan secara fisik maupun teknis sebelum melaksanakan renang lintas teluk.
Demi menjamin keamanan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung, Posal Pinrang mengerahkan enam personel yang tergabung dalam Tim Search and Rescue (SAR). Selain itu, sejumlah sarana pendukung juga disiagakan, antara lain satu unit perahu karet, satu unit motor tempel, dua buah dayung, serta lima unit swim vest atau jaket penolong yang digunakan sebagai perlengkapan keselamatan.
Kegiatan diawali pada pukul 06.45 WITA dengan pelaksanaan briefing keselamatan, pengecekan kesehatan dan kesiapan fisik peserta, serta penyampaian rute dan prosedur pengamanan yang akan diterapkan selama perjalanan melintasi perairan Teluk Parepare. Briefing tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh peserta memahami standar keselamatan yang harus dipatuhi selama berada di laut.
Tepat pukul 07.00 WITA, para peserta mulai memasuki perairan dan bergerak menuju titik finis di Pantai Nanggala, Posal Pinrang. Selama perjalanan, peserta mendapatkan pengawalan dan pemantauan langsung dari personel Posal Pinrang menggunakan perahu karet yang bergerak mengikuti rombongan perenang.
Meskipun harus melintasi perairan yang dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran aktif di kawasan Teluk Parepare, seluruh peserta mampu menyelesaikan tantangan tersebut dengan baik. Kondisi cuaca yang mendukung serta pengamanan yang terkoordinasi membuat kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Sekitar pukul 08.00 WITA, seluruh peserta berhasil mencapai garis finis di Pantai Nanggala, Mako Posal Pinrang. Kehadiran para peserta disambut hangat oleh personel Posal yang sejak awal telah terlibat dalam mendukung dan mengamankan jalannya kegiatan. Seluruh peserta dipastikan tiba dalam keadaan sehat, aman, dan lengkap tanpa adanya insiden yang mengganggu jalannya kegiatan.
Usai menyelesaikan renang lintas teluk, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan bakar ikan bersama di pesisir Pantai Nanggala. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara komunitas POWS Parepare dengan jajaran Posal Pinrang sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara masyarakat dan aparat TNI Angkatan Laut.
Suasana keakraban terlihat begitu kental saat peserta dan personel Posal menikmati kebersamaan di tepi pantai. Berbagai pengalaman selama melintasi Teluk Parepare menjadi bahan diskusi yang semakin memperkuat rasa kebersamaan serta semangat untuk terus mengembangkan kegiatan olahraga bahari yang aman dan edukatif.
Danposal Pinrang, Lettu Laut (P) Walno, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi nyata Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar) yang selama ini menjadi bagian dari tugas TNI Angkatan Laut dalam membangun kedekatan dengan masyarakat maritim.
Menurutnya, kegiatan olahraga bahari seperti open water swim tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan dan kebugaran fisik, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keselamatan saat beraktivitas di laut serta meningkatkan rasa cinta terhadap potensi maritim yang dimiliki Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan maritime security awareness atau kesadaran keamanan maritim kepada masyarakat. Laut bukan hanya ruang aktivitas ekonomi dan transportasi, tetapi juga ruang yang harus dipahami, dijaga, dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana edukasi yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap dunia bahari,” ujar Lettu Laut (P) Walno.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Posal Pinrang dalam memberikan dukungan pengamanan dan SAR merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Laut dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang melaksanakan aktivitas di wilayah perairan.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan dengan capaian zero accident atau tanpa kecelakaan menjadi bukti bahwa koordinasi yang baik antara komunitas olahraga, aparat keamanan laut, serta para pengguna ruang laut mampu menciptakan kegiatan yang aman dan tertib.
Lebih lanjut, Danposal Pinrang menilai bahwa koordinasi antara Posal, Syahbandar, komunitas pengguna laut, serta instansi terkait lainnya perlu terus diperkuat mengingat rute yang dilalui merupakan kawasan pelayaran yang cukup padat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin keselamatan pelayaran, mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah perairan.
Setelah rangkaian kegiatan ramah tamah selesai pada pukul 10.30 WITA, seluruh peserta secara bertahap diberangkatkan kembali menuju Pantai Senggol Parepare menggunakan perahu karet Posal Pinrang. Pada pukul 11.00 WITA, seluruh peserta telah tiba kembali di titik keberangkatan dalam keadaan aman dan lengkap.
Sementara itu, perahu karet Posal Pinrang yang diawaki oleh Kld Bah Yabes Hakmony dan Kld Bah Thomas Novan kembali merapat di pangkalan Posal Pinrang pada pukul 11.15 WITA. Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan Renang Gembira Lintas Teluk Parepare–Pinrang resmi berakhir dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan sukses.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana olahraga bahari dapat menjadi media efektif dalam membangun kesehatan masyarakat, memperkuat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan di wilayah laut. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter bangsa maritim serta mendukung terwujudnya masyarakat pesisir yang sehat, tangguh, dan cinta laut. (MLP)






















Discussion about this post