Bulukumba – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, resmi dilantik sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulukumba periode terbaru. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, di Aula Kahayya, Gedung Pinisi, Bulukumba, Rabu (29/7/2026), sekaligus menandai dimulainya penguatan misi kemanusiaan PMI di Kabupaten Bulukumba.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dirangkaikan dengan kegiatan donor darah. Acara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Bulukumba Muh. Ali Saleng, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN dan BUMD, para camat dan lurah, Ketua Ranting PMI se-Kabupaten Bulukumba, kepala sekolah, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta tamu undangan lainnya.
Andi Muchtar Ali Yusuf bersama jajaran pengurus PMI yang baru dilantik tampak kompak mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Sejumlah anggota DPRD Bulukumba turut memperkuat kepengurusan, di antaranya Syahruni Haris, Fahidin HDK, Hj. Andi Erlina Halmin, dan Hj. Nuraidah.
Komposisi kepengurusan juga melibatkan unsur tenaga kesehatan dan profesional, seperti Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba dr. H. Muhammad Amrullah, Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba dr. Rizal Ridwan Dappi, serta sejumlah pengusaha. Sementara Dewan Kehormatan PMI Bulukumba dipimpin Hj. Andi Herfida Muchtar dengan anggota Andi Edy Manaf, Andi Syahrir Sahib, Syamsir Paro, dan Agung Sucipto.
Dalam sambutannya, Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PMI Bulukumba. Ia menyebut amanah tersebut sebagai organisasi sosial kemanusiaan pertama yang dipimpinnya.
Mengawali sambutannya, Bupati yang akrab disapa Andi Utta itu mengenang keterlibatannya dalam berbagai aksi kemanusiaan sejak lama. Ia menceritakan bahwa ketika almarhum Ichsan Yasin Limpo menjabat Ketua PMI Sulawesi Selatan, bantuan logistik PMI yang dikirim menggunakan armada kapal miliknya diberikan secara cuma-cuma.
Ia juga mengisahkan keterlibatannya dalam penyaluran bantuan bagi korban tsunami Aceh, banjir di Sinjai, hingga gempa bumi di Lombok dan Palu.
“Waktu gempa Palu, semua armada truk tidak melakukan aktivitas pengangkutan selain mengangkut logistik ke Palu,” kenangnya.
Sebagai Ketua PMI Bulukumba, Andi Utta menegaskan bahwa tugas kemanusiaan tidak dapat dijalankan seorang diri. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus membangun sinergi, kekompakan, dan solidaritas organisasi.
“Dengan semangat kebersamaan, saya yakin kita mampu melaksanakan berbagai program kerja PMI secara lebih efektif, profesional, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Kabupaten Bulukumba,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan stok darah di Bulukumba yang rata-rata mencapai kebutuhan sekitar 400 kantong darah setiap bulan.
Selain itu, Andi Utta berkomitmen mengaktifkan kembali pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.
Sementara itu, Ketua PMI Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, mengungkapkan bahwa jiwa sosial Andi Muchtar Ali Yusuf telah dikenalnya sejak lama. Ia bahkan membagikan pengalaman pribadi ketika ayahnya, almarhum Ichsan Yasin Limpo, menjalani perawatan di Jepang.
Menurut Adnan, selama berada di Jepang, Andi Utta secara konsisten membantu keluarganya dengan menyiapkan makanan setiap hari.
“Beliau datang ke rumah sakit menjenguk ayah saya dan menyiapkan makanan untuk ibu saya dan kami setiap hari. Selama saya di Jepang, beliau terus menyiapkan makanan. Itulah jiwa sosial yang dimiliki Bupati Bulukumba,” ungkap Adnan.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu menegaskan bahwa PMI merupakan mitra strategis pemerintah dalam penanggulangan bencana dan penyediaan darah bagi masyarakat. Ia menyebut kebutuhan darah di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 16 ribu kantong per bulan, sehingga dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak untuk memenuhinya.
Adnan juga mengapresiasi capaian Kabupaten Bulukumba yang dinilai sebagai salah satu daerah paling aktif dalam kegiatan donor darah di Sulawesi Selatan.
“Saya mendapat laporan, salah satu yang tergiat di Sulsel melakukan donor darah adalah Kabupaten Bulukumba. Semoga ini terus dimaksimalkan sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di kabupaten tetangga,” katanya.
Ia optimistis di bawah kepemimpinan Andi Muchtar Ali Yusuf bersama jajaran Forkopimda, PMI Bulukumba mampu menjaga ketersediaan stok darah sekaligus memperkuat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat.
Dalam kunjungan ke Bulukumba Adnan Purichta Ichsan dan rombongan pengurus PMI Sulsel menginap di kawasan wisata Tanjung Bira.
RR





















Discussion about this post