Namun perjalanan merawat batin tidak berhenti di situ. Di balik ruang kelas yang tampak cerah, ada kelelahan yang diam-diam tumbuh, lelah dosen yang terus menuntun meski ada luka batin dan lelah mahasiswa yang tersenyum padahal pikirannya berdesakan dengan tuntutan hidup.
Fenomena ini sering sunyi, tetapi jeritannya begitu nyata.
Jika tulisan ini berbicara tentang cara merawat diri dari dalam, maka tulisan berikutnya akan berbicara tentang luka yang sering tidak kita akui.
Tentang bagaimana kelelahan emosional bekerja diam-diam. Sampai bersua kembali di tulisan berikutnya. Wassalam.










