BeritaPers. Ragam || Suasana akhir pekan di Cafe Tiga Rasa, Jalan Hertasning, tampak lebih hangat dari biasanya pada Sabtu (3/1/2026). Di salah satu sudut meja, terlihat pertemuan santai namun sarat makna antara akademisi dan praktisi literasi. Pertemuan ini mempertemukan Bapak Muh Anwar HM, yang dikenal sebagai sosok multiperan Dosen FTK UIN Alauddin Makassar sekaligus Kaprodi STIMI YAPMI Makassar dengan jajaran pimpinan PT. Penerbit Erlangga.
Hadir jauh-jauh dari Jakarta, Bapak Rendra Yuana (Asisten Managing Director PT. Penerbit Erlangga) didampingi oleh rekan-rekan dari kantor cabang Makassar, yakni Bapak Syaiful Afdhal (Supervisor Marketing) dan Bapak Rusman (Marketing Komunikasi). Pertemuan ini bukan sekadar urusan bisnis formal, melainkan sebuah ajang silaturahmi yang kental dengan nuansa kekeluargaan.
Persahabatan antara Bapak Muh Anwar dan Bapak Rusman memang telah terjalin lama, sejak Anwar masih menjabat sebagai Kepala Pusat (Kapus) di FTK UINAM. Kedekatan personal inilah yang membuat obrolan mengalir begitu cair. Sembari menikmati aroma kopi, mereka mengenang masa-masa awal kolaborasi yang kini berkembang menjadi rencana-rencana besar untuk kemajuan dunia pendidikan di Makassar.
Bapak Muh Anwar mengungkapkan bahwa fokus utama pertemuan ini adalah penguatan literasi di lingkungan kampus. “Kami ingin menghidupkan kembali gairah menulis. Rencananya, STIMI YAPMI Makassar akan mengadakan pelatihan kepenulisan khusus bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Menariknya, kami akan melibatkan BEM STIMI YAPMI sebagai panitia agar mahasiswa juga belajar manajemen kegiatan literasi,” ujar Anwar dengan antusias.
Mendengar rencana tersebut, Bapak Rendra Yuana menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, Erlangga memiliki komitmen kuat untuk mendukung pertumbuhan intelektual di perguruan tinggi. “Kami di Erlangga Jakarta melihat potensi besar di STIMI YAPMI. Kami siap mendukung dari sisi editorial untuk memastikan karya-karya dari dosen di sini memiliki standar kualitas nasional,” ungkap Rendra di sela-sela perbincangan.
Tak hanya soal pelatihan, diskusi juga merambah ke arah digitalisasi. Bapak Syaiful Afdhal menambahkan bahwa tantangan perpustakaan masa kini adalah aksesibilitas. Oleh karena itu, muncul gagasan untuk mengintegrasikan E-Library di perpustakaan STIMI YAPMI Makassar. Hal ini diharapkan memudahkan sivitas akademika dalam mengakses referensi berkualitas secara digital tanpa terbatas ruang dan waktu.
Bapak Rusman, sebagai sahabat lama Anwar, merasa bangga melihat perkembangan rencana kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa hubungan baik yang terbina selama bertahun-tahun menjadi pondasi kepercayaan dalam bekerja sama. “Bagi kami, ini bukan sekadar hubungan vendor dan klien, tapi bagian dari misi bersama mencerdaskan kehidupan bangsa melalui literasi yang terarah,” kata Rusman sembari tersenyum.
Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua STIMI YAPMI Makassar, Bapak Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.M., memberikan tanggapan positif terkait pertemuan strategis tersebut. Beliau memandang bahwa langkah yang diambil oleh jajarannya bersama tim Erlangga merupakan terobosan penting bagi kemajuan institusi yang dipimpinnya, terutama dalam menyongsong standar pendidikan modern.
“Saya sangat mengapresiasi inisiasi silaturahmi ini. Kerja sama dengan PT. Penerbit Erlangga adalah langkah nyata bagi STIMI YAPMI Makassar untuk naik kelas. Literasi adalah jantung dari perguruan tinggi, dan dengan dukungan tim editorial sekelas Erlangga, saya yakin kualitas karya ilmiah dosen kami akan semakin diakui secara luas,” tutur Dr. Ibrahim Syah saat dikonfirmasi di kediamannya.
Lebih lanjut, Dr. Ibrahim Syah menekankan pentingnya implementasi E-Library yang sempat dibahas dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, perpustakaan digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan primer di era informasi saat ini. Beliau berharap fasilitas ini dapat segera terealisasi agar mahasiswa dapat belajar dengan sumber yang lebih variatif dan mutakhir.
Mengenai pelibatan mahasiswa dalam kepanitiaan pelatihan menulis, Dr. Ibrahim Syah menilai hal itu sebagai langkah edukatif yang cerdas. “Melibatkan BEM adalah cara kita memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam mengelola kegiatan besar. Ini sinergi yang luar biasa antara pimpinan, staf, mahasiswa, dan mitra industri seperti Erlangga,” tambahnya.
Pertemuan di Cafe Tiga Rasa itu akhirnya ditutup dengan kesepakatan untuk segera mematangkan teknis pelaksanaan kegiatan dalam waktu dekat. Harapannya, kolaborasi ini menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh sivitas akademika STIMI YAPMI Makassar untuk terus berkarya dan berinovasi di awal tahun 2026 ini.






















Discussion about this post