BeritaPers. Pinrang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang secara resmi menetapkan status tanggap darurat untuk wilayah Kecamatan Lanrisang menyusul bencana angin puting beliung yang merusak puluhan bangunan. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh sumber daya dan bantuan dapat dikerahkan secara maksimal untuk memulihkan kondisi warga terdampak.
Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, menyatakan bahwa meskipun seluruh wilayah Pinrang berada dalam status siaga bencana, kondisi di Kecamatan Lanrisang memerlukan perhatian khusus. “Kecuali Lanrisang, kami anggap ini status darurat tingkat kecamatan karena dampak kerusakannya yang cukup signifikan bagi warga,” ujar Irwan saat memberikan keterangan di Pinrang, Senin (15/12/2025).
Berdasarkan data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pinrang, tercatat sebanyak 55 rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang tersebut. Sebaran kerusakan paling parah berada di Kecamatan Lanrisang dengan total 53 rumah, sementara 2 rumah lainnya dilaporkan rusak di Kecamatan Mattiro Bulu.
Merespons kondisi darurat tersebut, civitas akademika STIMI YAPMI Makassar menunjukkan kepedulian nyata dengan terjun langsung ke lokasi bencana. Kehadiran tim dari kampus ini merupakan bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat dalam situasi krisis.

Keterlibatan ini mencakup partisipasi aktif dari jajaran dosen hingga anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIMI YAPMI Makassar. Para mahasiswa dan pengajar bahu-membahu bersama relawan lainnya di posko terpadu untuk mendistribusikan bantuan logistik serta membantu proses pembersihan puing-puing bangunan milik warga yang hancur.
Ketua STIMI YAPMI Makassar, Bapak Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.M., menegaskan bahwa partisipasi ini adalah tanggung jawab institusi dalam membantu sesama. “Kami berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi musibah seperti ini. Mahasiswa kami didorong untuk memiliki empati yang tinggi terhadap kondisi sosial di Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Beliau juga menambahkan bahwa peran BEM STIMI YAPMI Makassar di lapangan sangat krusial dalam mendukung koordinasi di posko bantuan. “Keterlibatan civitas akademika dan anggota BEM dalam kegiatan ini adalah wujud nyata karakter unggul mahasiswa kami yang sigap dan tanggap terhadap bencana,” tambah Dr. Ibrahim Syah.
Di sisi lain, Pemkab Pinrang memastikan bahwa seluruh bantuan bagi warga terdampak akan disalurkan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Irwan Hamid menekankan bahwa bantuan perbaikan rumah akan diberikan berdasarkan klasifikasi tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga berat, guna menjaga prinsip keadilan sesuai anggaran daerah.
Proses taksasi atau penilaian kerugian saat ini tengah digenjot oleh tim teknis di lapangan agar dana bantuan dapat segera dicairkan. “Kami belum bisa pastikan total anggarannya karena proses taksasi masih berjalan, namun kami targetkan bantuan mulai tersalurkan secepatnya kepada pemilik rumah,” jelas Bupati Pinrang tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Pinrang, Rhommy RM Manule, menambahkan bahwa masa tanggap darurat ini akan berlaku selama 14 hari ke depan. Penetapan ini dimulai sejak tanggal 15 Desember hingga 28 Desember 2025, yang mencakup tahap penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pembersihan lokasi.
Untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan, sebuah posko terpusat telah didirikan di kantor kelurahan setempat di Kecamatan Lanrisang. Posko ini berfungsi sebagai pintu tunggal penerimaan dan penyaluran bantuan dari berbagai pihak, termasuk donasi yang dikumpulkan oleh komunitas pendidikan dan masyarakat umum.
Bencana yang terjadi pada Minggu (14/12) ini menyisakan trauma bagi warga, mengingat angin bergerak sangat cepat dari arah pantai menuju permukiman. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan seperti STIMI YAPMI Makassar, diharapkan proses pemulihan sosial dan infrastruktur di Lanrisang dapat berjalan lebih cepat.






















Discussion about this post